Hadapi Era 5.0, Magister Kenotariatan FH UNJA Bedah Tantangan Profesi Notaris Lewat FGD Kurikulum



Selasa, 02 Juni 2026 - 10:46:17 WIB



Foto : Suasana FGD.
Foto : Suasana FGD.

JAMBERITA.COM - Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum (FH) Universitas Jambi (UNJA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk merevisi dan memperkuat kurikulumnya pada Sabtu (23/05/2026). Kegiatan yang berlangsung di Graha Singedekane, Kampus Pascasarjana Telanaipura ini mengusung tema “Penguatan Kurikulum Magister Kenotariatan dalam Menghadapi Tantangan Profesi Notaris di Era 5.0”.

Acara resmi dibuka oleh Dekan FH UNJA, Dr. Hartati, S.H., M.H. Dalam pelaksanaannya, FGD ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) lintas sektor. Mulai dari akademisi, praktisi notaris, organisasi profesi, alumni, pengguna lulusan, hingga pakar hukum kenotariatan.

Turut hadir memberikan sumbangsih pemikiran dalam forum ini perwakilan dari Kementerian Hukum, Kantor Pertanahan, Kanwil BPN, Pengwil Ikatan Notaris Indonesia, Pengwil Ikatan PPAT, Ikatan Alumni Notaris (IKANO), Ikatan Mahasiswa Kenotariatan UNJA (IMAKUJA), kalangan perbankan, serta Notaris/PPAT.

FGD ini menghadirkan dua narasumber utama untuk membedah arah baru kurikulum. Pembicara pertama, Prof. H. Johni Najwan, S.H., M.H., Ph.D. dari Dewan Eksekutif BAN-PT, memaparkan regulasi dan kebijakan pendidikan tinggi. Ia menekankan bahwa kurikulum masa kini wajib berbasis capaian pembelajaran, adaptif terhadap teknologi dan kebutuhan industri profesi, serta mengedepankan budaya mutu yang berkelanjutan.

Sementara itu, pembicara kedua, Prof. Dr. Busyra Azheri, S.H., M.Hum., selaku Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Andalas, memberikan masukan teknis mengenai konfigurasi kurikulum serta perumusan capaian pembelajaran demi mendukung kompetensi spesifik yang menjadi ciri khas Prodi Magister Kenotariatan UNJA.

Koordinator Program Studi Magister Kenotariatan FH UNJA, Dr. Dwi Suryahartati, S.H., M.Kn., menjelaskan bahwa langkah revisi ini sangat krusial untuk menjawab tantangan profesi notaris yang kian kompleks.

"Tantangan ke depan meliputi digitalisasi layanan hukum, pemanfaatan teknologi informasi, perlindungan data, perkembangan bisnis modern, hingga kebutuhan kemampuan penyelesaian masalah hukum secara multidisipliner," ujar Dr. Dwi.

Ia juga menegaskan bahwa perguruan tinggi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penyamaan persepsi untuk merumuskan arah kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui sinergi antara dunia akademik dan praktisi dalam FGD ini, Magister Kenotariatan FH UNJA menargetkan lahirnya kurikulum yang visioner. Hasil akhir yang ingin dicapai adalah lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral, kepatuhan etika profesi, penguasaan teknologi hukum, serta daya saing kuat di tingkat nasional maupun global.(afm)

Kunjungi laman resmi : www.unja.ac.id





Artikel Rekomendasi