Pertama di Indonesia! UNJA Gelar Pemira E-Voting Serentak dengan Sistem Sengketa Resmi



Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:48:54 WIB



Foto : Warek III Prof Fauzi Syam Saat Memantau Langsung Jalannya Pemira di Setiap Fakultas.
Foto : Warek III Prof Fauzi Syam Saat Memantau Langsung Jalannya Pemira di Setiap Fakultas.

JAMBERITA.COM -  Universitas Jambi (UNJA) mengukir sejarah baru dalam dunia demokrasi kampus di Indonesia. Untuk pertama kalinya, UNJA sukses menyelenggarakan Pemilihan Umum Raya (Pemira) Mahasiswa secara serentak di seluruh fakultas menggunakan sistem e-voting.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNJA, Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., memantau langsung jalannya proses penghitungan suara di ruang real count. Pemantauan tersebut dihadiri lengkap oleh seluruh pihak penyelenggara, termasuk Panitia Pengawas (Panwas) sama seperti Bawaslu, Penyelanggara pemilihan sama seperti KPU terdiri dari pihak Universitas dan Fakultas. 

Kemudian Mahkama Penyelesaian Sengketa Pemilihan Raya mahasiswa (MPSP) sebagaimana dari Mahkama Konstitusi dari Fakultas Hukum dengan komposisi 35 persen unsur dosen, 35 dosen unsur BEM, 35 persen dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) sebagaiaman pihak legislatif yang masing masing berjumlah 9 orang.

"Ini adalah prestasi baru bagi UNJA karena perdana dilakukan secara serentak melalui e-voting. Seluruh personil kampus, mulai dari pihak universitas, dosen, hingga staf akademik terlibat aktif demi menyukseskan agenda ini," ujar Fauzi Syam saat memantau ruang real count menjelang detik-detik penutupan e-voting, Sabtu (27/6/2026).

Demi kelancaran acara, pihak rektorat sebelumnya telah mengeluarkan regulasi ketat yang mewajibkan setiap fakultas untuk memfasilitasi jalannya Pemira. ?Setiap fakultas menyediakan ruang khusus lengkap dengan sound system agar proses pemilihan dapat disaksikan secara transparan oleh seluruh mahasiswa.

Menjamim ketersediaan konsumsi bagi seluruh panitia penyelenggara di lapangan dan keamanan ketat, dengan menyiagakan personel security di berbagai titik strategis untuk menjaga kondusivitas.

Meski baru pertama kali beralih dari sistem konvensional (coblos langsung) ke e-voting, antusiasme mahasiswa UNJA terbilang sangat luar biasa. Dari target 8.000 pemilih, angka partisipasi telah menembus 8.000 lebih suara masuk.

Menurut Fauzi Syam, ada beberapa tantangan dalam Pemira kali ini, di antaranya, pasca ujian. Banyak mahasiswa yang sudah pulang kampung karena masa ujian telah selesai dan peralihan dari pemilihan fisik langsung ke sistem digital (e-voting).

"Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang kerap diwarnai ketegangan, Pemira UNJA kali ini berjalan sangat damai. Suasana kampanye yang biasanya mencekam, kini berhasil diredam berkat aturan main yang jelas dan tegas dari pihak universitas," tuturnya.

Menariknya, UNJA menjadi satu-satunya kampus di Indonesia yang menerapkan sistem kelembagaan pemilu mahasiswa super lengkap. UNJA memiliki tiga lapis lembaga: pihak penyelenggara, pihak pengawas, hingga Mahkamah Penyelesaian Sengketa.

"Jika nanti ada pihak yang tidak menerima hasil pemilu, mereka bisa mengajukan gugatan ke Mahkamah Penyelesaian Sengketa Pemira (MPSP). Proses dan mekanismenya sudah kami atur sedemikian rupa. Dalam berproses tentu ada yang menang dan kalah, namun kita harus menyikapinya dengan cerdas dan dewasa," tegas Fauzi Syam.

Sebagaimana diketahui bahwa kandidat yang mencalonkan diri bakan menjadi pemimpin baru mahasiswa UNJA yaitu : M Halim Chadando - M Tegar Sembiring paslon nomor urut 1. Kemudian ada Zikri Ramadhan - Daniel Siburian dari paslon nomor urut 2.

Saat ini, seluruh civitas akademika UNJA sedang mendebarkan dada menunggu detik-detik terakhir penutupan sistem e-voting. Kandidat manakah yang akan terpilih memimpin organisasi mahasiswa UNJA ke depan? Proses real count akan segera menjawabnya. Saat ini semua pihak tengah bekerja dalam rekapitulasi hasil sementara dari Pemira.(afm)





Artikel Rekomendasi