Kualitas Sungai Batanghari Merosot, Rektor UNJA dan Forum DAS Sepakat Jalin Kerja Sama Strategis



Sabtu, 04 Juli 2026 - 19:38:25 WIB



Foto : Rektor UNJA Prof Helmi.
Foto : Rektor UNJA Prof Helmi.

JAMBERITA.COM - Universitas Jambi (UNJA) resmi menggandeng Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Provinsi Jambi untuk mengatasi persoalan lingkungan yang kian mendesak. Langkah ini dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) di Ruang Rapat Rektorat Gedung UNIFAC UNJA, Kamis (2/7/2026).

Kolaborasi strategis ini dipicu oleh keprihatinan mendalam terhadap kondisi kualitas air Sungai Batanghari yang terus mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Rektor UNJA Prof Helmi, dalam sambutannya memberikan sorotan tajam terhadap degradasi lingkungan yang terjadi di salah satu sungai terpanjang di Sumatra tersebut. Ia mengenang bagaimana fungsi sungai telah bergeser drastis akibat penurunan kualitas ekosistem.

"Sekitar lima belas tahun lalu, masyarakat masih dapat memanfaatkan Sungai Batanghari sebagai sumber kehidupan utama, termasuk sebagai kawasan perikanan yang melimpah. Namun, kondisi air Sungai Batanghari saat ini menunjukkan perubahan yang memerlukan perhatian dan tindakan bersama secara serius," ujarnya.

Helmi menegaskan bahwa persoalan kerusakan DAS Jambi bukan lagi masalah sektoral, melainkan tanggung jawab kolektif. Menurutnya, pembangunan ekonomi dan pemanfaatan sumber daya alam (SDA) mutlak harus berjalan seiring dengan upaya menjaga keseimbangan ekosistem demi generasi mendatang.

Senada dengan Rektor UNJA, Ketua Forum Koordinasi Pengelolaan DAS Provinsi Jambi, Ir. H. Tagor Mulia Nasution, M.M., mengungkapkan bahwa dampak nyata dari penurunan kualitas air sungai kini sudah merambah ke sektor ekonomi publik. Salah satunya adalah melonjaknya biaya operasional untuk mengolah air bersih bagi masyarakat.

Oleh karena itu, Forum DAS memandang perguruan tinggi sebagai mitra ilmiah yang krusial. Melalui kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian), dosen dan mahasiswa UNJA akan diterjunkan langsung untuk melahirkan inovasi dan edukasi lingkungan.

"Pelestarian daerah aliran sungai akan jauh lebih efektif apabila didukung oleh partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dan berbasis pada riset akademik yang kuat," tutur Ir. Tagor.

Acara penandatanganan ini turut dihadiri oleh jajaran Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, perwakilan Pascasarjana, Ketua Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian, serta Tim Kerja Sama BAKKS UNJA. Melalui kesepakatan MoA dan MoU ini, kedua belah pihak berkomitmen agar sinergi yang terbangun tidak berhenti di atas kertas (administratif), melainkan langsung diimplementasikan dalam bentuk :

Mengoptimalkan potensi akademik UNJA untuk mencari solusi ilmiah atas pencemaran air (Riset Terapan). Mendorong lahirnya komunitas lokal yang bergerak dalam pemulihan vegetasi dan penjagaan kebersihan wilayah aliran sungai (aksi nyata & edukasi) dan melibatkan mahasiswa dalam program konservasi lingkungan berbasis komunitas (pengabdian masyarakat).

Selengkapnya : www.unja.ac





Artikel Rekomendasi