JAMBERITA.COM - Tim Pengabdian Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Jambi (UNJA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema “Model Penguatan Agribisnis Sawit Swadaya Melalui Adopsi FEROTRAP untuk Ketahanan dan Keberlanjutan Ekonomi Petani pada Masa Replanting di Muaro Jambi”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, pada Senin (10/8/2026) lalu.
Kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan kepada petani sawit swadaya dalam menghadapi masa replanting melalui penerapan inovasi yang dapat mendukung keberlanjutan usaha perkebunan. Adopsi FEROTRAP menjadi salah satu bagian dari kegiatan untuk mendukung pengelolaan perkebunan sawit yang lebih efektif sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi petani selama masa peremajaan tanaman.
Kegiatan pengabdian dipimpin oleh Karina Rahmah, S.P., M.Si., sebagai ketua tim, dengan melibatkan Dr. Mirawati Yanita, S.P., M.M., Ulidesi Siadari, S.P., M.Sc., Sri Utami Lestari, S.P., M.Si., Ir. M. Farandika Akbar, S.P., M.Si., dan Muhammad Abdurokhim, S.P., M.P. sebagai anggota tim pelaksana.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian memberikan pemahaman mengenai penguatan agribisnis sawit swadaya, khususnya strategi menghadapi masa replanting yang menjadi salah satu tantangan bagi keberlanjutan ekonomi petani.
Ketua Tim Pengabdian, Karina Rahmah, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa masa replanting merupakan periode penting yang membutuhkan strategi agar keberlanjutan ekonomi petani tetap terjaga.
“Kegiatan ini kami laksanakan untuk mendampingi petani sawit swadaya agar memiliki pemahaman dan kesiapan dalam menghadapi masa replanting. Melalui pengenalan dan adopsi FEROTRAP, kami berharap petani dapat memperoleh alternatif inovasi yang mendukung pengelolaan perkebunan sekaligus memperkuat keberlanjutan ekonomi mereka,” ujarnya.
Menurut Karina, penguatan kapasitas petani tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis perkebunan, tetapi juga bagaimana petani dapat mempertahankan keberlangsungan usaha dan sumber pendapatan di tengah proses peremajaan tanaman.
Salah satu petani yang mengikuti kegiatan, Poniran, menyambut baik pendampingan yang diberikan oleh tim pengabdian UNJA. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan tambahan pengetahuan bagi petani mengenai inovasi yang dapat diterapkan dalam pengelolaan perkebunan sawit swadaya.
“Kami mendapatkan pengetahuan baru mengenai pengelolaan kebun dan penggunaan FEROTRAP. Pendampingan seperti ini sangat membantu kami sebagai petani, terutama dalam menghadapi masa replanting. Kami berharap inovasi yang diperkenalkan dapat kami manfaatkan dengan baik dan memberikan manfaat bagi keberlanjutan usaha kebun kami,” tuturnya.
Selama kegiatan berlangsung, para petani mengikuti penyampaian materi, diskusi, serta pengenalan penerapan FEROTRAP di lingkungan perkebunan. Interaksi antara tim pengabdian dan petani juga menjadi bagian penting dalam kegiatan untuk membahas kondisi serta tantangan yang dihadapi petani sawit swadaya di lapangan.
Melalui kegiatan ini, UNJA berharap penguatan agribisnis sawit swadaya dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Pendampingan dan adopsi inovasi diharapkan mampu membantu petani menghadapi masa replanting sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi dan produktivitas perkebunan sawit di Kabupaten Muaro Jambi.
UBR Jambi Resmi Rilis Filosofi dan Makna Logo HUT ke-2 , Berikut Penjelasannya
Solusi Replanting Sawit, Tim Pengabdian Faperta UNJA Hadirkan Inovasi FEROTRAP di Muaro Jambi
Bupati Fadhil Arief Lepas Kontingen Pramuka Batang Hari Menuju Jamnas XII Cibubur
Keluarga Besar UBR Jambi Berduka Atas Wafatnya Aidil Hafiz, Dosen Sekaligus Ketua DPD PERSAGI Jambi
UNJA, BNN hingga BPS : Sepakat Kolaborasi Riset Magang dan Pengabdian Masyarakat
UBR Jambi Resmi Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Gelombang II Hingga 31 Agustus 2026
Danrem 042/Gapu Pimpin Penanaman Rumpun Bambu dan Pohon Produktif di Kawasan Sungai Batanghari



