Takbir! SAH Ungkap Keberkahan Program Presiden Prabowo,Kini Indonesia Bisa Swasembada 8 Bahan Pangan



Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:03:28 WIB



JAMBERITA.COM— Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi Dr.Ir. HAR Sutan Adil Hendra, MM atau yang akrab disapa bapak beasiswa Jambi menilai kebijakan Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian mulai menunjukkan hasil yang nyata. Menurutnya, capaian Indonesia yang mampu mencapai swasembada delapan komoditas pangan merupakan keberkahan bagi bangsa sekaligus bukti bahwa pembangunan pertanian ditempatkan sebagai fondasi kemandirian nasional.

SAH mengatakan, Presiden Prabowo telah memberikan perhatian besar terhadap petani melalui berbagai kebijakan, mulai dari peningkatan produksi, ketersediaan pupuk, pembangunan infrastruktur pertanian, perlindungan harga hasil panen hingga penguatan cadangan pangan pemerintah.

“Ini sebuah keberkahan bagi Indonesia. Kita patut bersyukur karena dalam waktu yang relatif singkat pemerintah berhasil membawa sektor pangan menuju kondisi yang semakin mandiri. Swasembada pangan bukan hanya soal produksi, tetapi menyangkut kedaulatan dan masa depan bangsa,” ujar SAH.

Pernyataan tersebut sejalan dengan capaian yang disampaikan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 20 Juli 2026. Presiden menyebut Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan dan memiliki cadangan beras pada level tertinggi sepanjang sejarah NKRI.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kemudian menyebut delapan komoditas tersebut meliputi beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah. Capaian itu, menurut pemerintah, merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, petani, penyuluh, TNI/Polri, pemerintah daerah, sarjana dan pelaku usaha pertanian.

SAH yang juga dikenal sebagai tokoh yang konsen terhadap pembangunan pertanian Jambi menilai pencapaian tersebut harus menjadi momentum untuk semakin memperkuat posisi petani sebagai aktor utama pembangunan pangan.

“Petani harus menjadi penerima manfaat utama dari kebijakan swasembada. Ketika produksi meningkat, produktivitas naik dan kebutuhan pangan nasional dapat terpenuhi dari dalam negeri, maka yang harus kita pastikan adalah kesejahteraan petani juga ikut meningkat,” katanya.

Menurut SAH, kebijakan pemerintah dalam memperbaiki tata kelola pupuk, meningkatkan produksi, memperkuat irigasi dan memberikan kepastian penyerapan hasil panen merupakan instrumen penting dalam membangun ekosistem pertanian yang sehat.

Ia juga menilai keberhasilan swasembada pangan nasional harus diikuti dengan penguatan sektor pertanian di daerah, termasuk Provinsi Jambi. Potensi lahan, komoditas pangan, perkebunan dan sumber daya petani di Jambi, kata SAH, harus menjadi bagian dari agenda besar ketahanan pangan nasional.

“Jambi memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Oleh karena itu, pencapaian nasional ini harus kita tanggapi dengan meningkatkan produktivitas pertanian daerah, memperkuat hilirisasi, memperbaiki tata niaga dan petani memastikan mendapatkan akses terhadap teknologi, modal serta pasar,” tegasnya.

SAH menambahkan, swasembada pangan tidak boleh berhenti pada pencapaian angka produksi. Keberlanjutan harus menjadi kata kunci agar Indonesia mampu mempertahankan surplus pangan sekaligus menghadapi ancaman perubahan iklim, gejolak geopolitik dan potensi krisis pangan global.

“Keberhasilan hari ini harus kita jaga. Jangan hanya swasembada sesaat, tetapi harus menjadi sistem pangan yang kuat, berkelanjutan dan mampu memberikan kesejahteraan kepada petani. Inilah warisan penting yang harus kita bangun untuk generasi mendatang,” pungkas SAH.

Data Badan Pangan Nasional juga menunjukkan delapan strategi komoditas pangan yang telah diproyeksikan mencapai swasembada pada tahun 2026, sementara pemerintah terus melakukan penguatan produksi dan stabilisasi pangan nasional.(*)





Artikel Rekomendasi