SMAN 1 Sarolangun Telanjangi Realita Kelam PETI & Pembalakan Liar di Depan Panggung Kehormatan



Jumat, 21 Agustus 2026 - 13:27:11 WIB



Foto : Penampilan Pawai Pembangunan HUT RI ke 81 di Kab Sarolangun.
Foto : Penampilan Pawai Pembangunan HUT RI ke 81 di Kab Sarolangun.

JAMBERITA.COM - Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, mendadak riuh. Aksi teatrikal yang dibawakan oleh pelajar SMAN 01 Kabupaten Sarolangun dalam pawai pembangunan pada Selasa (18/8/2026) mendadak viral di berbagai platform media sosial setelah secara berani menyuarakan keresahan warga terhadap kehancuran lingkungan.

Di hadapan panggung kehormatan depan Rumah Dinas Bupati Sarolangun serta disaksikan langsung oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan ribuan warga, para pelajar memvisualisasikan realita kelam akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan pembalokan liar (illegal logging).

"Iya, karnaval di depan rumah dinas Bupati Sarolangun kemarin. Disaksikan langsung di depan Forkopimda," ungkap salah satu sumber lokal saat dikonfirmasi, membenarkan antusiasme serta keterkejutan penonton di lokasi kejadian.

Dalam pertunjukan tersebut, para pelajar tidak hanya menyoroti operasional tambang ilegal secara umum, tetapi juga secara mendalam menggambarkan dampak destruktif yang nyata dirasakan masyarakat:

Pencemaran Air: Visualisasi sungai-sungai daerah yang berubah keruh dan pekat, menghilangkan sumber air bersih warga.

Tragedi Kemanusiaan: Reka adegan para pekerja PETI yang tertimbun tanah longsor dan bebatuan hingga meregang nyawa akibat minimnya keselamatan kerja.

Eksploitasi Hutan: Aksi memikul gelondongan kayu besar sebagai simbol maraknya penebangan liar di kawasan hutan Sarolangun.

Hal yang paling menyita perhatian publik adalah hadirnya karakter rekaan sosok 'mafia' atau pengendali aksi ilegal. Karakter ini diperagakan berbuat brutal sembari mengacungkan senjata ke arah warga, melambangkan intimidasi serta ketidakberdayaan masyarakat kecil di bawah bayang-bayang oknum kuat.

Diiringi suara gemuruh dan jeritan histeris, para siswa secara lantang memohon pertolongan dan tindakan tegas dari aparat penegak hukum serta pemerintah daerah. Mereka menekankan bahwa eksploitasi alam tanpa kendali ini langsung mengancam ruang hidup generasi mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, unggahan video aksi teatrikal kritis SMAN 01 Sarolangun tersebut terus dibanjiri pujian dari netizen yang mengapresiasi keberanian para pelajar dalam menyuarakan isu lingkungan lokal di ajang resmi tingkat kabupaten.(Ro/afm)





Artikel Rekomendasi