Jambi Alami Inflasi 0,50 Persen pada Oktober 2026, Cabai Merah Jadi Penyumbang Utama



Senin, 02 November 2026 - 16:49:38 WIB



Rilis BPS Provinsi Jambi, Senin (2/11/2026)
Rilis BPS Provinsi Jambi, Senin (2/11/2026)

JAMBERITA.COM — Provinsi Jambi tercatat mengalami inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,50 persen pada Oktober 2026. Sementara itu, tingkat inflasi year to date (y-to-d) berada di angka 2,82 persen, dan secara year on year (y-on-y) mencapai 3,51 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,62.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengungkapkan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi m-to-m pada bulan ini dengan andil sebesar 0,36 persen. Komoditas yang paling dominan mendorong kenaikan tersebut adalah cabai merah.

Menurut Aidil, hampir seluruh jenis cabai mengalami lonjakan harga akibat cuaca ekstrem dan musim kemarau panjang. Kondisi ini memicu penurunan produksi yang membuat stok di pasaran terbatas, sementara tingkat permintaan masyarakat tetap tinggi.

"Faktor cuaca kemarau dan menyebabkan produksinya turun sehingga stok kita di Kerinci saja untuk cabai merah juga turun, sementara konsumsi tetap naik," ujar Aidil saat menyampaikan rilis BPS, Senin (2/11/2026).

Secara spasial, tingkat inflasi m-to-m tertinggi di Provinsi Jambi pada Oktober 2026 terjadi di Kota Jambi sebesar 0,54 persen dengan cabai merah sebagai pendorong utama. Adapun inflasi y-on-y tertinggi tercatat di Kabupaten Muaro Bungo sebesar 3,89 persen, dengan komoditas pendorong tertinggi berupa emas perhiasan.

BPS juga mencatat sejumlah fenomena perkembangan harga komoditas lain yang memengaruhi inflasi pada Oktober 2026, di antaranya tarif angkutan udara yang mengalami kenaikan dibanding bulan sebelumnya seiring berakhirnya periode promo, sehingga harga kembali ke tarif normal.

Kemudian daging ayam ras yang mengalami penurunan harga akibat pasokan yang mulai normal serta permintaan konsumen yang melandai. Kemudian bensin (BBM Non-Subsidi), dimana harga Pertamax mengalami kenaikan secara y-on-y yang dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dunia serta meningkatnya biaya pengadaan BBM.

"Nasi dengan Lauk juga mengalami kenaikan harga secara y-on-y akibat terdongkrak oleh naiknya harga daging ayam ras, minyak goreng, dan kemasan plastik," kata Aidil.

Secara keseluruhan, inflasi y-on-y di Provinsi Jambi didorong oleh kenaikan indeks pada sepuluh kelompok pengeluaran, yaitu Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau: Naik 6,18 persen.

Kelompok Kesehatan: Naik 4,73 persen. Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran: Naik 4,42 persen. Kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga: Naik 3,74 persen. Kelompok Transportasi: Naik 3,12 persen. Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya: Naik 2,61 persen.

Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga: Naik 2,50 persen. Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan: Naik 1,72 persen. Kelompok Pendidikan: Naik 1,30 persen. Kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya: Naik 0,85 persen.

Sementara itu, satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah Kelompok Pakaian dan Alas Kaki yang tercatat turun sebesar 4,03 persen. (tts)





Artikel Rekomendasi