Fapet UNJA Dorong One Health untuk Kedaulatan Pangan



Kamis, 05 November 2026 - 10:01:20 WIB



Foto: Seminar Nasional ke-8 Fakultas Peternakan Universitas Jambi (UNJA).
Foto: Seminar Nasional ke-8 Fakultas Peternakan Universitas Jambi (UNJA).

 

JAMBERITA.COM - Fakultas Peternakan Universitas Jambi (UNJA) menggelar Seminar Nasional ke-8 dengan tema “Inovasi One Health sebagai Penggerak Transformasi Agrikultur Berkelanjutan Menuju Kedaulatan Pangan Nasional”, di Graha Singedekane Lantai 7 Pascasarjana, UNJA Telanai, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas disiplin untuk mendorong inovasi di bidang agrikultur berkelanjutan dan memperkuat kedaulatan pangan nasional.

Seminar tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., Dekan Fakultas Peternakan, Prof. Dr. Ir. Hj. Nurhayati, M.Sc. Agr., para Dekan dan Wakil Dekan dilingkungan UNJA, Ketua Pelaksana, Muhammad Hafidz Ibnu Khaldun, S.Kel., M.Si., Direktur Pascasarjana UNJA, Prof. Dr. Dra. Muazza, M.Si., Wakil Direktur Bidang Keuangan dan Umum, Dr. Ilham Wahyudi, S.E., M.Si.,

Turut hadir Komisariat Daerah Masyarakat Ilmu Perunggasan Indonesia (MIPI) wilayah Sumbagsel, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Dr. dr. Hj. Ike Silviana, MKM., Sp.KKLP., FISQua., Kepala Balai Perikanan Budi Daya Air Tawar Sungai Gelam, Dafzel Day, S.Pi., M.Si., Tim kerja kesehatan Ikan dan Lingkungan, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Provinsi Jambi, Ir. Rumusdar, serta seluruh Guru Besar, civitas akademika, pratisi, pemakalah, dan peserta seminar.

Kegiatan ini menghadirkan lima nasarumber, yaitu Dr. Tb. Haeru Rahayu, A.Pi., M.Sc., drh. Hendra Wibawa, M.Si., drh. Arif Wicaksono, M.Si, Prof. Dr. Ir. Mairizal, M.Si., drh. Syafrison Idris, M.Si. Seminar ini diikuti oleh 220 pendaftar, yang terdiri atas 116 pemakalah dan 104 peserta. Seminar diselenggarakan secara luring dan daring dengan melibatkan peserta dari berbagai perguruan tinggi, instansi pemerintah, serta lembaga teknis yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor agrikultur dan ketahanan pangan nasional.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., mengapresiasi Fakultas Peternakan atas terselenggaranya seminar nasional tersebut. Menurutnya, kedaulatan pangan tidak cukup diwujudkan melalui peningkatan produksi, tetapi juga memerlukan integrasi dari berbagai aspek.

“Kedaulatan pangan tidak dapat diwujudkan hanya dengan meningkatkan produksi, tetapi harus dibangun melalui integrasi ilmu pengetahuan, inovasi, teknologi, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pendekatan One Health dapat menjadi penghubung antara hasil penelitian, kebutuhan di lapangan, inovasi perguruan tinggi, dan kebijakan pembangunan. Melalui seminar ini, diharapkan dapat memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan sekaligus menghasilkan terobosan yang bermanfaat bagi pembangunan agrikultur Indonesia.

Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan UNJA, Prof. Dr. Ir. Hj. Nurhayati, M.Sc. Agr., menegaskan bahwa penerapan konsep One Health membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan multidisiplin. Kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan perlu menjadi perhatian bersama dalam mengembangkan sistem peternakan yang berkelanjutan.

“Konsep One Health tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus multisektoral dan multidisiplin,” ujarnya.

Ketua Pelaksana, Muhammad Hafidz Ibnu Khaldun, S.Kel., M.Si., menjelaskan bahwa tema seminar tahun ini mengangkat pendekatan One Health karena kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan merupakan aspek yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

“Kami berhharap seminar ini dapat menjadi wadah pertukaran ilmu pengetahuan, gagasan, pengalaman, dan inovasi lintas disiplin yang diharapkan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, peneliti, dan praktisi,” ungkapnya.

Melalui seminar Nasional ke-8 ini, UNJA berharap pertukaran pengetahuan dan pengalaman dapat melahirkan gagasan inovatif serta memperluas kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya sistem agrikultur yang produktif, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan demi memperkuat kedaulatan pangan nasional.(Silvi)

Selengkapnya : www.unja.ac.id





Artikel Rekomendasi