Tak banyak yang tahu jika di Bungo pernah menjadi lokasi percetakan uang resmi di Indonesia. Saat itu masih masa revolusi sekitar tahun 1949. Nama uangnya, Oeang Republik Indonesia Provinsi Sumatera. Seperti Apa Ceritanya?
RENA ARTIKA, BUNGO
MESINNYA masih sederhana. Jika melihat ukurannya tidak terlalu besar. Hanya mirip meja dengan panjang sekitar dua meter dengan lebar satu meter lebih. Lalu, ada mirip roda yang sepertinya berfungsi sebagai alat pemutar.
Itulah mesin percetakan uang dari Rantau ikil yang saat ini yang saat ini masih utuh di Museum Siginjai Jambi.
Komponen alat percetakan uang zaman revolusi tahun 1949 memang di bawa dari Rantau ikil, jujuhan. Masyarakat Jujuhan sendiri banyak yang belum tahu dengan sejarah ini.
Mesin cetak uang termasuk ke dalam koleksi Histrotrika dengan ukuran panjang 2.025 cm dengan lebar 130 cm. Penjaga mesium Jambi mengatakan mesin cetak uang asal Rantau ikil Jujuhan ini dihibahkan ke Museum Jambi pada masa Gubernur Jambi masa Masjchun sofwan,SH atas nama pemerintah tingkat 1 Jambi pada tahun 1987.
Pada saat mesin cetak uang ini dibawa ke Museum Jambi dari Rantau ikil masih dalam keadaan belum utuh. Kemudian dirakit kembali oleh beberapa orang pekerja dari Percetakan Karya Kita Jambi.
Mesin percetakan uang Orips ini digunakan pada masa perjuangan revolusi tahun 1945 di Rantau ikil. Jika masyarakat Jujuhan Bungo yang ingin melihat komponennya mesin percetakan uang yang pernah di Rantau ikil, Jujuhan ini bisa langsung ke Museum Siginjai Kota Jambi. “Komponen ini masih ada dan bisa dilihat saat jam meseum masih buka "ujar petugas meseum.
Sur salah seorang warga Jujuhan yang ditemui mengaku bangga masih ada benda cagar budaya alat percetakan uang dari Jujuhan di Museum Jambi.(*)
Gebrakan 'Banteng' Senayan! Edi Boyong Proyek Belasan Miliar, Tangani Longsor Lubuk Landai di Bungo
Catat! Ini Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 untuk 11 kabupaten kota di Jambi
Bupati Tanjabbar Buka ORLAT Kader dan Pengurus PKK Kecamatan dan Desa Se Tanjabbar
Menatap Wajah di Foto Usang : 25 Tahun Husni Merajut Rindu, Mencari Ibu yang Hilang Tanpa Kabar


