JAMBERITA.COM, SUNGAI BAHAR- Kondisi Jalan di Kecamatan Bahar Selatan makin memprihatinkan. Ini karena jalan yang beberapa kali ditinjau oleh kepala daerah dan Pejabat PUPR ini tetap tak ada kemajuan.
Akibatnya masyarakat yang sebagian besar petani kelapa sawit mengalami kerugian besar. Banyak buah sawit yang busuk di jalan. Mobil pengangkut sawit bergelimpangan dan waktu panen pun diundur.
Bahkan, Sabtu dini hari (28/4/2018) sekitar pukul 00.05, ambulance yang membawa jenazah juga kesulitan masuk ke Desa Bukit Jaya (unit 21). Warga pun gotong royong menarik mobil ambulance. Bahkan warga mengawal ambulance ini hingga tujuan, karena khawatir terganggu perjalanannya. "Jangan sampai kejadian beberapa waktu lalu terulang. Mayat dibawa pakai motor," kata salah satu warga yang memberikan informasi ke jamberita.com.
Rahmat Hidayat, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Bahar (IMABA) sangat menyayangkan lambannya gerakan yang dilakukan pemerintah dan stakeholder yang ada. Kalau ini tidak segera disikapi dipastikan perekonomian warga lumpuh. “Ini sudah menyangkut hidup orang banyak. Tidak sampai 3 minggu lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, adek-adek siswa/i SMA/SMK akan kuliah sementara perekonomian terganggu dengan kondisi jalan saat ini. Bupati coba beri perintah kepada SKPD terkait untuk segera bertindak. Dibahar banyak terdapat Pabrik dan PT, mereka punya dana CSR itukan bisa dikomunikasikan,” katanya.
Pemerintah memberikan dana 67 M untuk jalan poros Bahar Group yang masih dalam proses tender. Hanya saja, kondisi ini darurat. Seharusnya Bupati bisa mengambil kebijakan cepat. “Kemana mereka yang disebut Dewan Perwakilan Rakyat. Jangan salahkan kami merengek kepada penguasa bukankah dulu kalian yang merengek untuk minta dipilih,” katanya.(RH)
Lepas Atlit POPDA, Wawako Zulhelmi: Junjung Tinggi Nilai Sportivitas
Tinjau Persiapan MTQ, Sekda Batanghari Berharap Seluruh Peserta Hadra Massal Serius
Wawako : Generasi Muda Jangan Mudah Terpancing Dengan Idiologi Terorisme Dan Radikalisme
Menatap Wajah di Foto Usang : 25 Tahun Husni Merajut Rindu, Mencari Ibu yang Hilang Tanpa Kabar


