JAMBERITA.COM- Sejumlah orang tua mulai resah. Karena petugas kesehatan mulai mendatangi sekolah-sekolah untuk melakukan imunisasi MR. Sementara sertifikat halal atas vaksin ini belum ada.
“Sebagai seorang muslim yang tinggal di negara mayoritas Islam, seharusnya pemerintah menunggu dari MUI. Nanti apa yang dilakukan pemerintah ini menjadi yurisprudensi bagi produk lain yang masuk. Tanpa sertifikat halal sudah beredar bebas,” kata salah satu orang tua yang anaknya sekolah di salah satu SD negeri di Kota Jambi.
Ayah dari dua anak ini berharap Dinas kesehatan bisa menghormati MUI yang saat ini sedang bekerja. “Seharusnya tunggu MUI. Kan masih proses,” kata ayah dua anak ini.
Hal serupa disampaikan salah satu Ibu yang juga putrinya duduk di bangku salah satu SD Negeri di Kota Jambi. Menurutnya, imunisasi meningitis haji tidak sama status daruratnya dengan imunisasi MR, yang jika tidak divaksin maka tidak bisa berangkat. Karena saat ini seluruh anak masih di Indonesia, sehingga masih bisa menunggu hasil MUI. "Intinya kami tidak anti imunisasi," jelas ibu berstatus PNS ini.
Sementara itu pendapat berbeda disampaikan orang tua dari SD negeri di Kota Jambi. “Kalau saya biarlah diimunisasi. Kalau soal dosa, biarlah pemerintah yang menanggungnya,” kata ibu ini.
Ia mengakui dari sisi kesehatan, imunisasi ini sangat penting. Namun pemerintah seharusnya memperhatikan kenyamanan dan keamanan bagi anak. Karena kalau kontroversi begini, orang tua jadi resah.
Yang jelas, surat screening dari petugas sudah diterima. Pagi ini sudah dibawa ke sekolah. “Tadi anak pesan kalau dak setuju, suruh menghadap guru,” jelasnya.(sm)
Sekda Budidaya Canangkan Pemberian Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri di Kota Jambi
SAH Berharap Asian Games 2018 Mampu Dongkrak Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Indonesia
Pelantikan Pengurus IKBJ Disambut Antusias Warga Bungo di Kota Jambi
Hibah Lahan Pemprov Resmi Diteken, Ini Lokasi Pembangunan Kodam Baru di Jambi

