JAMBERITA.COM - Salah satu peserta Kirab Pemuda asal Universitas Patimura, Ambon yakni Vista mengaku banyak menemui berbagai keunikan setelah tiba di titik singgah ke enam, yakni di Provinsi Jambi.
Seperti misalnya Vista mengaku mencicip cita rasa yang berbeda yang belum pernah dia rasakan yaitu, Kopi Arabica Kerinci dan Tempoyak.
"Enak kopinya, nggak terlalu asem. Beda dengan di daerah saya di Ambon karena mungkin banyak campuran ya, dan juga kita disana nggak ada kebun kopi," ungkapnya saat dijumpai setelah mengikuti pawai budaya dan memesan kopi Jambi, Kamis (27/9/2018).
Selain itu Vista mengatakan setelah di Jambi dan diinapkan di rumah warga Arab Melayu Seberang Kota Jambi sudah mancicip Tempoyak yang menurutnya sangat unik.
"Rasanya gimana ya, uniknya Durian gitu lho , kok bisa dimasak terus jadi lauk pauk buat makan. Tapi enak," terangnya dengan keramahan.
Selanjutnya, setelah tiba Bandara Sultan Thaha Saifuddin dan dijamu makan malam oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Diskepora) Provinsi Jambi mereka semua peserta menginap di rumah panggung rumah warga seberang Kota Jambi.
"Kan setelah dijemput kita kan melewati jembatan Gentala, baru pertama kali saya melihat jembatan seunik jembatan gentala arasy yang dilalui oleh warga khusus untuk jalan kaki, unik bangat , aku pengen nyoba naik perahu ketek tapi belum sempat si," katanya.
Untuk kali pertama juga dia tinggal dirumah panggung dan berbaur dengan masyarakat sekitar karena terang Vista, didaerahnya Ambon sudah tidak ada lagi rumah panggung. Dirinya juga mengaku mendapat pelayanan dengan baik di Provinsi Jambi.
"Awalnya saya mengira sebelum berangkat mengikuti kirab pemuda, saya tahunya daerah saya saja, setelah berangkat itu kita ke Aceh, dan ini di Jambi titik singah ke 6, ternyata luas ya Indonesia, orangnya di Seberang ramah ramah," ungkapnya.
Mereka seluruh peserta Kirab Pemuda itu, tergabung dari berbagai ragam akan perbedaan. Mulai dari bahasa, ras, suku dan budaya, agama serta perwakilan Organisasi Kepemudaan."Semua lengkap deh, bisa sharing sharing pengalaman, pokoknya Indonesia itu kaya," terangnya.
"Jadi kata kata tak kenal maka tak sayang , ternyata benar. Setelah berbaur kita bisa saling mengenal dan saling harga menghargai," tambahnya.
Vista berharap kedepan kepada seluruh generasi bangsa atau pemuda pemudi Indonesia harus bisa saling harga menghargai terutama dapat menghargai diri sendiri dan budaya sendiri.
"Kalau bukan kita siapa lagi, mulai dari diri sendiri, dan toleransi beragama. Jadi bersatulah dalam bingkai bhinika tunggal Ika, walau berbeda beda tetap satu jua, karena kita Indonesia," pungkasnya.
Berdasarkan informasi yang didapat, setelah tiba dan mengikuti berbagai kegiatan di Provinsi Jambi ini, mereka Sabtu 29 September 2018 besok akan melanjutkan perjalan menuju ke Sumatra Selatan (Sumsel) Palembang.(afm)
Segera Panggil Pegawai Inspektorat Diduga Aniaya Warga, Fachrori: Jika Perlu Dibuang Jadi Pegawai
Fachrori Marah Karena Kejadian Heboh yang Libatkan Oknum Inspektorat tidak ada Laporan
Tetap Bugar dan Energik, Murady: Yang Membuat Kita Selalu Sehat Itu adalah Semangat


Bantah Klarifikasi DK, WJ Angkat Bicara : Ungkap Dua Kejadian Berbeda, di Waktu yang Sama

