JAMBERITA.COM - Universitas Jambi melalui Dosen-dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis memberikan pelatihan tentang “Peningkatan Akuntabilitas Pengelolaan Bahan Habis Pakai Sekolah” kepada dua sekolah di Kota Jambi, yaitu SDN 60 dan SDN 85 Kota Jambi.
Dosen Unja mencoba untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan Bahan Habis Pakai (BHP) dan mengarahkan kepada sekolah-sekolah tersebut untuk melakukan pencatatan atas seluruh penerimaan barang dan pengeluaran barang BHP.
Monitoring atas Pengelolaan Bahan Habis Pakai Di SD Negeri 85/IV Jambi Timur
Salah satu hal yang penting adalah perlunya untuk membuat dokumentasi atas seluruh kegiatan keluar masuk persediaan tersebut. Hal ini akan mempermudah pengelola dalam menyusun laporan akhir atas BHP.
Tim dari Universitas Jambi juga memperkenalkan sebuah aplikasi sederhana yang berbasis Microsoft excel untuk mempermudah dalam melakukan pencatatan dan pelaporan BHP. Aplikasi tersebut sengaja dibangun dengan basis Microsoft excel, karena phak sekolah lebih umum menggunakan Microsoft excel dibandingkan dengan Microsoft acces.
Monitoring atas Pengelolaan Bahan Habis Pakai Di SD Negeri 60/IV Jambi Timur
Tim Unja yang diketuai oleh Dr. Sri Rahayu, S.E., M.SA., Ak., C.A., dengan anggota yang terdiri dari Dr. Yudi, SE., MSA.; Yuliana, S.E., M.Si., Ak., C.A.; dan Rahayu, S.E., M.Sc., Ak., C.A., berharap agar materi yang disampaikan akan bermanfaat bagi 2 sekolah tersebut.
Untuk selanjutnya diharapkan agar sekolah tersebut dapat menjadi sekolah percontohan yang dapat mengelolan BHP dengan baik dan dapat menularkan serta membagikan pemahaman serta aplikasi tersebut kepada sekolah-sekolah lainnya.
Bahan Habis Pakai (BHP) sendiri juga disebut persediaan merupakan salah satu akun kelompok asset lancar yang disajikan di Neraca organisasi pemerintah. Persediaan menunjukkan saldo yang belum terpakai pada periode tersebut.
Persediaan berbeda dengan asset tetap, karena sifat persediaan yang habis pakai sedangkan asset tetap dapat digunakan lebih dari satu periode akuntansi.
Contoh persediaan adalah perlengkapan kantor seperti alat tulis kantor, barang konsumsi, serta pembelian untuk barang dengan nilai dibawah nilai kapitalisasi dan masa manfaat kurang dari satu tahun.
Pengelolaan BHP yang baik akan memberikan dampak pada laporan suatu organisasi. Jika BHP dikelola dengan baik, maka resiko terjadinya kehilangan dan kekurangan BHP baik disengaja maupun tidak disengaja dapa diminimalisir. Organisasi dapat mengetahui jumlah BHP yang telah dibeli dan diterima oleh bagian pengelola barang dan juga dapat mengetahui alur keluar pemakaian BHP tersebut, jika BHP dicatat dengan baik. Pencatatan ini akan sangat berguna bagi bagian pencatatan dan bagi pimpinan organisasi, sebagai salah satu bentuk akuntabilitas.
Sekolah sebagai salah satu organisasi di sektor Pendidikan juga memandang penting pengelolaan BHP tersebut.
Makanya, pihaknya memilih sekokah sebagai salah satu lembaga yang dilatih. Karena sekolah sering mengalami kesulitan untuk melakukan pencatatan maupun pelaporan BHP.
Kendala yang dihadapi biasanya adalah ketidakpahaman pengelola persediaan untuk melakukan pencatatan, keengganan pengambil BHP untuk menandatangani berkas permintaan dan pengambilan persediaan, serta kesulitan dalam menyusun laporan penerimaan, laporan pemakaian, serta laporan sisa BHP.(*/sm)
Peserta Khafilah MTQ Jambi Resmi Dilepas, Pimpinan: Tak Capai Target, Semua Harus Berenang
Ratusan Pengunjung Antusias Saksikan Pembukaan Festival dan Karnaval Angso Duo
Realisasi Imunisasi MR Baru 61%, Dinkes Kota Jambi Minta Orang Tua Berikan Izin Anaknya Divaksin
Puncak Harganas di Olak Kemang, Fasha Berharap Keluarga di Kota Jambi Bahagia


Bantah Klarifikasi DK, WJ Angkat Bicara : Ungkap Dua Kejadian Berbeda, di Waktu yang Sama

