JAMBERITA.COM- Kisruh penolakan terhadap tarif PDAM terus bergulir. Hingga saat ini, sejumlah elemen masyarakat sudah melakukan gugatan di pengadilan negeri. Bahkan ternyar melakukan aksi di depan pengadilan.
Menanggapi hal ini, Pengamat Sosial, Nasroel Yasir memberikan solusi bagi PDAM. Menurutnya, kenaikan tarif PDAM memang harus dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap beban produksi. Hanya saja, persentase kenaikannya jangan sampai mengejutkan masyarakat. "Kalau seratur persen tidak wajar," kata Nasrul Yasir kepada jamberita.com pagi ini Selasa (26/2/2019).
Nasrul menilai persentase kenaikan ini yang harus dihitung. Sehingga tidak mengejutkan pengeluaran masyarakat.
Selain itu, PDAM juga harus melakukan efesiensi. jangan sampai karena PDAM tidak melakukan efeseisni biaya produksi yang dikeluarkan menjadi beban masyarakat. Sebagai contoh, apakah jumlah karyawan saat ini sudah efesien. atau janga-jangan melebihi dari kebutuhan sehingga biaya yang dikeluarkan DPAM setiap bulannya membengkak.
Selanjutnya, PDAM juga harus mengatasi kebocoran air. Karena disinyalir ada dugaan pencurian air yang dilakukan massif oleh kelompok masyarakat. "Terutama di malam hari. Ini harus dirazia dan diberikan sanksi," katanya.
Termasuk kebocoran karena masalah teknik. misalnya pipa yang rusak dan bocor. "Saya kira jika ini diilakan biaya produksi bisa ditekan, kenaikan juga bisa di angka yang wajar," pungkasnya.(sm)
Ikuti Muswil 1 IMIKI di Lampung, Begini Kata Mahasiswa Komunikasi STISIP NH Jambi
Pesawat Malaysia Air Line Sempat Mendarat Darurat di Bandara Sultan Thaha Jambi, Ini Penyebabnya
Horee...TPP ASN di Pemprov Jambi Akan Dinaikkan hingga Dua Kali Lipat
Lansia Penjualan Es Doger Keliling di Kota Jambi Ini, Cerita Pernah Melawan Penyakit Stroke
Pasien Ini Komplain Gara-gara Belum Diperiksa Sudah Dibilang Stabil
Korem 042/Gapu Gelar Sholat Idul Adha 1447 H di Lapangan Tenis Indoor Makorem


