JAMBERITA.COM - Berbeda dengan Zainal Abidin dan Effendi Hatta yang hampir menerima tuntutan dan meminta keringanan hukuman kepada majelis hakim, Penasihat Hukum Muhammadiyah menolak menerima tuntutan yang diberikan Jaksa KPK.
"Klien kami tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan sebagaimana yang didakwakan pada dakwaan pertama," kata Penasihat Hukum, Selasa (18/2/2020).
Ia mengatakan, pihaknya menolak itu karena kliennya tidaklah secara aktif meminta uang ketok palu. Pada posisinya pihaknya ingin tuntutan diberikan pada pasal 11.
"Klien kami sudah mengakui dan juga meminta keputusan majelis hakim untuk bisa memberikan putusan yang seadil-adilnya untuk klien kami," tandasnya. (am)
Batik Air Resmi Mengudara di Muara Bungo, Gubernur Al Haris: Pemicu Ekonomi Wilayah Barat
Kabel PLN 50 Meter di Muaro Jambi Digondol Maling, Warga Resah Puluhan Rumah Padam Total
Momentum 1 Muharram 1448 H, SAH Ajak Umat Islam Jadikan Hijrah sebagai Semangat Perubahan dan Pengab
Penasehat Hukum Effendi Hatta Sebut Kliennya Tidak Ikhlas Kembalikan Uang Yang Kurang
Zainal Abidin Mohon Keringanan Hukuman dan Denda Kepada Hakim
Penasihat Hukum Terdakwa Effendi Hatta dkk Mulai Berikan Pembelaan
Dorong Kebijakan Publik Berbasis Bukti, Kanwil Kemenkum Jambi Ikuti Policy Talks Kemenkum Jogja


