JAMBERITA.COM- Pemerintah diminta sudah memiliki skenario jika terjadi korban dari Covid-19 ini di Provinsi Jambi. Jika ada pasien yang meninggal dunia, maka harus jelas dimana pemakamannya dan seperti apa tehnisnya sudah ada protapnya.
“Jangan sampai korban terlalu lama di RS, pemakaman belum siap, keluarga panik dan sebagainya. Karena bagaimana tidak mudah menjelaskan penanganan korban meninggal dunia Covid-19 ini ke keluarga. Karena mesti safety,” jelas Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Pinto Jaya Negara Abidin.
Pemerintah harus siap jika ad akorban, apakah itu satu, dua, 10 bahkan jika 100. “Jadi kita harus berpikir dua tiga kali kedepan dari corona,” katanya.
Ia juga meminta pemberian masker, sarung tangan, handi sanitizer ini diprioritaskan ke tenaga medis yang berada di garda terdepan penanganan Covid-19. Termasuk yang berada di Bandara, bus dan puskemas.
“Jangan dihambur-hamburkan untuk pencitraan dan tujuan politik tertentu, harus prioritas yang garda terdepan,” katanya.
Ia juga mengapresiasi atas masuknya tugas Covid-19 dalam tugas belajar di rumah dari siswa SD dan SMP. Ini terlihat dalam SE Walikota yang diterbitkan. “Ini sebelumnya saya usulkan saat rapat 17 Maret lalu ke Pak Sekda,”punglasnya.(sm)
OJK Buka Suara Hasil Audit Forensik Bank Jambi Sudah Keluar, Krimsus Dikabarkan Turun Tangan?
Kanwil Kemenkum Jambi Perkuat Pengawasan Notaris dalam Pelayanan hingga Kepastian ke Masyarakat
Kanwil Kemenkum Jambi Turun Tangan Dorong Desa Tangkit Baru Jadi Destinasi IG Tourism
Pinto Minta APD Dokter Diperhatikan, Dokter Paru Harus Masuk VVIP, Jangan Sampai Kelelahan
Jangan Sepelekan Corona dengan Lalaikan Physical Distancing, Pinto: Ikuti Himbauan Pemerintah
Kejar Target RKT RB Triwulan II, Kemenkum Jambi Matangkan Data Dukung Lewat Entry Meeting


