JAMBERITA.COM - Dampak sosial dan ekonomi mulai menimpa pekerja di Tanjab Barat. Puluhan pekerja terpaksa dirumahkan.
Sedikitnya sebanyak 75 pekerja dan karyawan harus terkena imbas dari tutupnya sejumlah perusahaan di Tanjab Barat.
Sebanyak 49 pekerja yang bekerja di PT Aroma Jaya Indonesia, berlokasi di Kecamatan Betara terpaksa kehilangan pekerjaan setelah perusaahaan tersebut menyatakan tutup.
Begitu juga dengan PT Global Vision Infex yang terletak di Kecamatan Bram Itam, juga tutup. Sehingga sebanyak 3 orang pekerja di perusahaan itu terpaksa nganggur.
Bernasib sama, sebanyak 6 orang pekerja di PT Andika Pratama Karya Mandiri di Kecamatan Tebing Tinggi dirumahkan.
Selain perusahaan, pekerja di sektor perhotelan juga ikut terkena imbas dari sepinya pengunjung sebagai akibat dari dampak mewabahnya virus corona (Covid-19).
Dua hotel di dalam Kota Kualatungkal terpaksa merumahkan karyawan mereka.
"Hotel Arriyadh Kualatungkal merumahkan 8 orang karyawannya, dan Hotel Masa Kini ada 9 karyawan yang dirumahkan," terang Jubir Covid-19, Taharuddin, Rabu (8/4/20).
"Data ini sesuai dengan yang ada di Disnaker Tanjabbar," pungkasnya. (Henky)
Rektor UNJA Tekanan Pertanggungjawaban Hukum dan Pemulihan Lingkungan dalam Tata Kelola Migas
Kejati Jambi Soroti Sumur Minyak Rakyat, Dorong Peneggakan Hukum yang Berkeadilan
Pemerintah Ubah Aturan Utang Pajak, Pembayaran Kini Diprioritaskan untuk Pokok Utang
Bupati Merangin Al Haris: BLK Produksi 1.000 Masker per Hari Untuk Disumbangkan ke Masyarakat
Pemkab Merangin Siapkan Sejuta Masker Untak Masyarakat, Setiap Orang Dapat Dua Masker
Dukung Kebijakan Pusat Terkait PSBB, Safrial Himbau Masyarakat Tunda Mudik
Rektor UNJA Tekanan Pertanggungjawaban Hukum dan Pemulihan Lingkungan dalam Tata Kelola Migas

