Oleh: Villya Irnes Pratiwi*
Pandemi Covid-19 memunculkan perilaku dan gaya hidup baru. Social distancing, physical distancing, dan work from home merubah kebiasaan masyarakat dalam menjalankan aktivitas dan cara memenuhi kebutuhan hidup. Banyaknya aktivitas dilakukan di rumah, dan pembatasan interaksi dengan dunia luar merubah orientasi masyarakat dalam memenuhi keperluan hidupnya dengan cara digital. E-commerce menjadi pilihan yang tepat untuk mencari kebutuhan kita. Perubahan ini bisa dimanfaat sebagai peluang dan ide bisnis di masa social distancing ini untuk mempertahankan bisnis yang dimiliki. Banyak platform e-commerce terpecaya di Indonesia seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Bukalapak, JD.ID, Blibli.com. Dengan banyaknya platform e-commerce peluang pemasaran bisnis semakin luas.
Mengutip data dari GlobalWebIndex, Indonesia merupakan negara dengan tingkat adopsi e-commerce tertinggi di dunia pada 2019. Sebanyak 90 persen dari pengguna internet berusia 16 hingga 64 tahun di Indonesia pernah melakukan pembelian produk dan jasa secara online. Dilansir pada laman cnnindonesia.com
Dilansir pada laman bisnis.com. E-commerce sebenarnya sudah mampu menarik bayak konsumen di Indonesia bahkan sebelum terjadinya wabah Covid-19. E-commerce juga merupakan salah satu pendorong utama yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. CEO Blibli Kusumo Martanto mengatakan, sebelum Covid-19, e-commerce hanyalah sebuah pilihan. Namun untuk sekarang, penting sekali bagi toko retail dan produsen untuk menjual produk melalui platform e-commerce agar mampu mempertahankan bisnis mereka. Hal ini akan memberikan dampak jangka panjang yang positif karena konsumen akan semakin terbiasa berbelanja online. Untuk melihat perkembangan e-commerce, yuk simak pembahasan berikut!
E-commerce adalah kegiatan jual beli barang/jasa atau transmisi dana/data melalui jaringan elektronik, terutama internet. Dengan perkembangan teknologi informasi dan software, hal ini membuat transaksi konvensional menjadi mungkin dilakukan secara elektronik. Pertumbuhan industri e-commerce tidak terlepas dari perilaku konsumen Indonesia yang menginginkan kecepatan dalam berbelanja dan sebagian besar konsumen Indonesia sudah mengerti cara menggunakan internet dan smartphone. Dilansir pada laman suara.com
Pertumbuhan industri ekonomi digital di Indonesia meningkat signifikan dan mencapai 40% setiap tahunnya. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, nilai ekonomi digital di Indonesia mencapai USD 40 miliar atau setara Rp 560 triliun pada 2019. Tentunya, ini merupakan pencapaian luar biasa untuk Indonesia dalam sektor ekonomi digital, termasuk di dalamnya kontribusi dari industri e-commerce. Dilansir pada laman sindonews.com
Transaksi di layanan e-commerce Indonesia sangat besar. Kepala Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia (BI) Filianingsih menyampaikan, BI memperkirakan transaksi e-commerce berkisar Rp 11 triliun sampai Rp 13 triliun per bulan. Transaksi ini mampu memacu pertumbuhan ekosistem pembayaran digital di tanah air. Dilansir pada laman jawapos.com
Deputi Bidang Infrastuktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Hari Santosa Sungkari mengatakan, e-commerce di Indonesia tumbuh hingga 94% perlahan, namun pasti perpindahan menuju digital sedang dilakukan berbagai sektor. Bisnis yang dilakukan para e-commerce khususnya mereka yang mendapat predikat unicorn sudah mengarah pada orientasi keuntungan bukan seperti saat baru berdiri. Dilansir pada laman sindonews.com
E-commerce bisa di jadikan peluang bisnis di masa pandemi, karena Dilihat dari perkembangan e-commerce yang pesat, market penjualan yang luas yang bisa menggapai seluruh wilayah Indonesia bahkan mancanegara, modal yang digunakan sedikit jika di bandingkan dengan bisnis offline. Kemudahan berbisnis dengan e-commerce bisa dijalankan hanya dengan gadget dan koneksi internet yang memadai.
Penulis adalah: Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam*
Sumber: www.pinterest.com*
Keterwakilan Perempuan dan Budaya Politik Santun Menyongsong Duel di Pilgub Jambi
Entrepreneur Muda Ini Bagi Tips Berwirausaha Saat Pandemi Covid-19
Lima Peserta Tuntaskan Program Pemagangan Nasional Angkatan 3 di Kanwil Kemenkum Jambi


