Urgensi Spirit Pendidikan Di Tengah Pandemi Covid 19



Jumat, 12 Maret 2021 - 06:46:53 WIB



Oleh : Elfi Nola Tumangger

(Mahasiswa Fakultas Hukum,  Anggota GMNI Cabang Jambi)

Salam  Semangat ! Sebagaimana kita ketahui bersama, Pandemi Covid-19 semakin meraja lela ditengah  masyarakat dan meneror dunia tanpa ada tanda akan berhenti secara permanen.  Jutaan kasus telah terkonfirmasi di seluruh dunia terkhusus di Indonesia.

      Akhir-akhir ini kesadaran masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan serta  melakukan social distancing bisa dikatakan sudah lebih membaik dari sebelumnya walau tak bisa dipungkiri masih banyak juga yang melanggar. Hal ini disebabkan oleh banyaknya kasus yang semakin hari banyaknya masyarakat yang telah dinyatakan positif terkena Virus Corona Covid-19.  Lain halnya, tentang obat maupun bagaimana menanggulangi virus tersebut secara langsung. Hal ini jauh dari harapan membuat masyarakat semakin resah dan gelisah akan virus ini. Dilain sisi, hingga saat ini vaksin untuk menghilangkan Virus Corona Covid-19 belum dapat ditemukan secara detail diseluruh dunia. Semua berharap, semoga wabah ini akan segera berlalu dan berkesudahan.

          Namun dibalik itu, kita harus mengambil hikmat dalam  proses untuk  upaya memutus mata rantai penularan Virus Corona Covid-19 dengan adanya  kebijakan tidak memperbolehkan  pembelajaran  secara  tatap muka atas ijin dari pemerintah. Kita seharusnya  membuat  kesempatan ini menjadi kesempatan yang berharga untuk mengobarkan semangat melalui pendidikan belajar lebih produktif dan efektif secara mandiri di rumah. Sebab apabila kita meninjau sistem pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan jauh hari,  memang lebih relevan di kalangan pelajar maupun mahasiswa.

    Tapi saat ini,  karena keadaan tidak mendukung,  sehingga sistem pendidikan  sangat berbeda dari biasanya yang dilakukan secara online. Dengan  mengajarkan  kita untuk lebih melek dan harus mengikuti perkembangan zaman melalui media sosial/aplikasi jejarimg sosial lainnya.

       Keadaan dan sistem pendidikan saat inilah  yang  mendorong  dan  memotivasi kita sebagai Generasi milenial atau lebih dikenal generasi Y, generasi digital atau generasi N, Sehingga lebih terjamin dengan adanya produktivitas untuk belajar secara online  menggunakan kecanggihan teknologi (IPTEK).

   Ayo, Generasi Milenial Indonesia…!!! Kobarkan Semangatmu. Kalimat ini memiliki korelasi pada situasi saat ini untuk kita mendukung dan memberikan  inspirasi bagi setiap orang yang pada saat ini menempuh pendidikan yang lebih baik lagi. Kedatangan pandemi Covid-19, bukanlah suatu alasan untuk melunturkan nilai produktivitas dan efektivitas kita untuk  tetap belajar menempuh pendidikan sebagaimana yang sering kita lakukan di saat proses belajar di sekolah/perkuliahan.  Kita dapat melakukan segala  aktivitas maupun kegiatan dengan meningkatkan kualitas akan pengetahuan kita ditengah masa pandemi ini.

      Mengingat banyaknya keluhan atau  beban pelajar/mahasiswa terhadap biaya pengeluaran kuota internet untuk menempuh pendidikan  secara daring dimasa pendemi ini. maka dari itu, adanya kebijakan dari Kemendikbud yang telah merealisasikan bantuan dari segi kuota internet untuk meringankan  beban  dari pelajar/mahasiswa. Hal inilah, membuat  kita lebih memanfaatkan bantuan kuota internet dengan menambah relasi dan  wawasan belajar secara daring diluar lingkup antara pelajar dan pengajar.

        Adanya Pemberian kuota internet bagi mahasiswa sangatlah  bermanfaat dan berguna untuk mendorong semangat dan tingginya kemauan  untuk giat  menggali ilmu. Secara khusus,  dimasa pandemi ini, pelajar/mahasiswa berkesempatan  menguasai potensi dalam  pendidikan terutama  bahasa inggris.  Banyak kalangan  mahasiswa yang berminat untuk menambah wawasan berbahasa inggris tetapi, dilihat dari sisi lain adanya faktor-faktor yang membelakangkan pentingnya untuk  belajar  berbahasa inggris di era zaman modern sekarang. Pertama,  karena kesenjangan sosial  perekonomian yang  kurang mendukung, sehingga  terhambat keingitahuan dalam bidang memperoleh  pendidikan bahasa inggris yang lebih berkualitas.

        Kedua,  notabenenya banyak kalangan pelajar/mahasiswa,  tidak memiliki rasa percaya diri  “minder”  yang kuat untuk mempraktikkan maupun mengungkapkan secara langsung, disebabkan oleh keterbatasan   wawasan   pada topik yang akan diutarakan. seakan-akan,  hal yang akan diutarakan  kurang baik atau salah, baik dalam pengucapan  maupun susunan kalimat.. Padahal,  bahasa Inggris  sudah diperkenalkan sejak duduk dibangku TK hingga di  perkuliahan. Ironisnya saat ini,  untuk mendapat lowongan  pekerjaan  dibutuhkan adanya soft  skill dalam bahasa inggris, artinya wajib mengikuti berbagai seleksi/ujian  dan mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa inggris.

        Ketiga, kurangnya waktu untuk membiasakan capability berkomunikasi  dalam bahasa inggris dikarenakan kesibukan yang tak bisa dihindari di perkuliahan serta adanya tugas-tugas yang diberikan kepada mahasiswa demi memenuhi nilai yang telah ditentukan. Oleh sebab itu waktu yang dipergunakan hanya untuk mempelajari materi atau  topik yang diberikan di perkuliahan dengan mengeyampingkan pentingnya dalam bahasa inggris. Padahal  kita ketahui, pada akhir semester setiap universitas mewajibkan mahasiswa untuk lulus ujian TOEFl/IELTS,  sebagai salah  satu kriteria dalam wisuda.

       Dengan ketiga sampel tersebut menjadi pijakan bagi mahasiswa untuk tidak produktif dan tetap  pada zona aman. Yang akan menurunkan  rasa kemauan dan minat, dengan tidak memiliki rasa tertantang dan akan ketinggalan  oleh kemajuan perkembangan zaman.

     Sehubungan dengan itu, di masa  pandemi  inilah,  kita justru mempergunakan waktu  yang ada, dengan intruksi belajar dirumah. Artinya kita lebih banyak memiliki waktu luang,  akan hausnya berbagai bidang  ilmu pengetahuan   terlebih dalam penguasaan bahasa inggris saat ini. Pandemi  bukan menjadi dilema kita untuk tetap kreatif dalam berkarya  dan inovatif untuk mencari ilmu. Bahkan  dengan  keadaan saat ini,  menjadikan itu bahan acuan dan pedoman kita untuk tetap mengkobarkan  rasa semangat dan produktivitas kita.  Banyak  cara yang dapat kita lakukan dalam  menambah minat dan semangat untuk menimba ilmu, khususnya bahasa inggris. Dengan maksud  bahwa, melakukan tindakan ataupun kegiatan yang cenderung untuk mengasah dan melatih kemampuan dimasa pandemi saat ini.

       Membuat  rancangan maupun  statement  dimasa pandemi Covid-19 ini,  justru akan melahirkan generasi-generasi  yang lebih produktif dan efektif untuk meluncurkan ide-ide yang didukung oleh kemajuan  dari teknologi (IPTEK). Oleh sebab itu perlu adanya langkah-langkah yang dilakukan untuk menguasai Bahasa Inggris dengan baik dan berkomunikasi dengan lancar di masa pandemi Corona covid-19  saat ini.                

       Pemanfaatan kuota internet yang telah direalisasikan oleh Kemedikbud untuk  mendorong dan menjadi tumpuan bagi  kita pelajar/mahasiswa agar lebih mengakses berbagai informasi  dengan melakukan kegiatan diskusi sebagai metode yang tepat saat ini :

  1. Kegiatan Diskusi Aplikasi Via Group (WA)

Untuk meningkatkan efektivitas dan produktivitas kita dimasa pandemi ini. Kita dapat mengadakan diskusi online melalui via group,  dengan memberikan topik bahasan dan cara  cara  lainnya, seperti: voice note,  mengerjakan latihan, maupun video dalam bahasa inggris.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan niat dan semangat mahasiswa akan pentingnya arti bahas inggris.  Dalam aplikasi via group WA secara internal (privat). Kegiatan diskusi ini, membangun semangat dan  meningkatkan kepercayan diri kita. Serta meningkatkan keefektivitasan  belajar di masa pandemi Covid-19.

  1. Kegiatan Diskusi Melalui Aplikasi Via Zoom, Google Meet (Aplikasi Lain Sejenis).

Mengadakan Diskusi online secara terbatas  (privat) guna sebagai salah satu solusi untuk tetap mengasah  kemampuan dan memperdalam wawasan,  khususnya dibidang  bahasa inggris.  Dengan  kegiatan ini pelajar/mahasiswa lebih memanfaatkan pemberian  kuota internet dari Kemendikbud. Kita sebagai Pelajar/mahasiswa akan tertarik untuk mempraktikkan serta membiasakan berkomunikasi antara mahasiswa satu dengan yang  lainnya. 

Dengan adanya diskusi online yang berbicara  menggunakan  bahasa inggris dapat melatih tingkat kepercayaan diri pelajar/mahasiswa tersebut. “saya merasa sangat  terbantu dan menjadi percaya diri dengan adanya diskusi online ini, secara khusus dalam  mempraktikan untuk berbicara bahasa inggris dengan teman Kita juga bisa mengajak pelajar/mahasiswa yang berada disekitar lingkungan untuk lebih produktif lagi, melakukan kegiatan diskusi bahasa inggris tatap muka (social distancing), yang  mengikuti anjuran dari protokol kesehatan. Artinya kita tetap  menjaga jarak  dan mencuci tangan. Didalam kegiatan diskusi  tatap muka secara langsung, kita dapat mempraktikkan bahasa inggris terhadap teman-teman lainnya.   Diskusi tatap muka ini, adalah hal yang sangat urgen untuk menumbuhkan rasa semangat dan niat mahasiswa yang dapat memberikan gagasan maupun ide–ide yang membangun  capability bahasa inggris.

       Masa pandemi  Covid-19, memang telah mengubah sendi kehidupan dunia, baik dari segi pendidikan maupun perekonomian di setiap negara.  Memberikan  rasa kekhawatiran   dan  kecemasan di masyarakat. Namun virus ini,  tidak mematahkan semangat dan tujuan  kita sebagai generasi emas milenial untuk lebih produktif  dan kreatif lagi. Dalam meningkatkan dan mengembangkan  kemampuan  kita,  terlebih  menguasai bahasa inggris yang dipakai di seluruh dunia.

 Pola pikir generasi milenial untuk lebih memanfaatkan dan mempergunakan kuota internet  telah direalisasikan oleh pemerintah dengan baik, kita dapat  menghasilkan terobosan baru untuk memajukan nama bangsa Indonesia  serta mampu bersaing dengan pesatnya perkembangan zaman di berbagai negara.

Kita sebagai pelajar/mahasiswa sungguh mengucapkan terimakasih terhadap pemerintah,  yang memberikan bantuan kuota internet gratis. Dengan adanya bantuan ini,  lebih membantu dan mendorong kita sebagai pelajar/mahasiswa tetap giat dan  aktif dalam mengkobarkan semangat demi menempuh,  pendidikan  agar melahirkan generasi-generasi emas  yang dapat memajukan dan mengharumkan nama Bangsa Indonesia. “Your biggets weakness is when you give up and your greates  power  is when you try one more time”





Artikel Rekomendasi