JAMBERITA.COM- Film dokumenter lingkungan mungkin bagi sebagian orang tidak semenarik fim produksi Hollywood.
Tapi Film Kinipan ini berbeda. Karena berhasil membius berbagai kalangan untuk nonton bareng (Nobar). Seperti yang dilakukan Komunitas Forum Film Jambi yang melakukan Nobar di Hello Sapa pada Kamis malam (8/4/2021).
Acara yang dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto dan Anggota DPD RI Sum Indra ini dirangkai dengan penggalangan dana untuk korban bencana di NTT lewat penjualan kaos dan kotak berjalan.
Film Dokumenter Kinipan sendiri bukanlah film dokumenter sembarangan. Film berdurasi 2,5 jam merupakan film besutan Dandy Laksono dan Indrajati ini.
Film Kinipan yang merupakan produksi Watch Doc ini mengangkat tentang betapa lingkungan ternyata punya andil terhadap persoalan saat ini, mulai bencana banjir, longsor hingga Covid 19.
Film ini semakin menarik karena ada fakta ilmiah tentang virus Covid 19 yang ternyata juga berasal dari hutan namun belakangan keluar dari habitatnya.
Film dokumenter dengan aktor Feri Irawan dan Basuki ini mengambil setting lokasi di berbagai daerah di Indonesia, seperti Kalimantan Tengah, Bengkulu hingga Jambi.
Selain mengangkat tentang persoalan lingkungan, Kinipan juga menyoal tentang restorasi ekosistem yang ternyata terjadi bentrok antara pengelola restorasi ekosistem, perusahaan dan warga asli.
"Kinipan diambil dari Desa di daerah Kalimantan Tengah, daerah itu merupakan daerah yang kerap terjadi konflik, karena warga asli Kinipan mempertahankan hutan dengan alasan adat istiadat, namun perusahaan semena-mena merambah hutan tersebut, " Ujar Aktor Film Kinipan Feri Irawan saat nonton bareng film Kinipan di Hellosapa kafe. Kamis (8/4)
Menurut Feri Irawan, film ini diambil dengan cara Riset dan persoalan yang faktual yang terjadi di Indonesia
"Film ini bisa menjawab masalah bangsa misalnya food estate yang sebenarnya bisa dilakukan masyarakat yang tinggal di hutan, " Ujar Feri Irawan.
Dia berharap dengan film ini nantinya muncul kesadaran masyarakat untuk merawat bumi, meski dari hal-hal yang sederhana, misalnya dengan menanam pohon.
"Mari merawat bumi mulai dari hal yang sederhana. Sehingga kita bebas dari penyakit yang disebabkan oleh merusak hutan, " Ujarnya.
Sementara itu pemilik kafe Hellosapa Cecep Suryana mengatakan film ini sangat menarik dan sesuai dengan semangat kafe Hellosapa.
" Sebab Hello sapa adalah rumah keberagaman, sehingga diharapkan terjadi dialog dan diskusi tentang pembangunan khususnya tentang lingkungan, " Katanya
Dia mengatakan dengan lingkungan sebenarnya kita sudah punya Monumen kehidupan.
"Kita harus punya Monumen kehidupan yang merupakan sebatang pohon, Kita akan bangga karena ada yang ditinggalkan walaupun cuma sekedar pohon, " Katanya.
Sementara itu Praktisi film Anton mengapresiasi dengan adanya film Kinipan ini. "Ini adalah bentuk pendidikan pada masyarakat agar peduli lingkungan, " Katanya.
Nonton bareng film Kinipan ini juga dirangkai dengan pengumpulan donasi untuk Nusa Tenggara Timur, dengan menjual merchandise kaos film Kinipan sebanyak 20 kaos terjual Rp3 juta rupiah dan sumbangan para penonton dan pengunjung sejumlah 955.000 rupiah. (*/sm)
Tanoto Foundation Luncurkan e-PINTAR Pelatihan Guru Berbasis Digital
Pesan Jelang Ramadan, SAH: Tingkatkan Kualitas Ibadah Dan Peduli Pada Sesama
HMPM Jambi Galang Dana Untuk Korban Bencana Alam di NTT dan NTB
Jelang Porpov 2021, M. Kadafi Resmi Dilantik Sebagai Ketua KONI Kota Jambi
Aksi Tunggal Pria Berpakaian Hitam Ini Tolak PETI di Simpang BI Kota Jambi
Dirreskrimsus Warning Kadis di Lingkup Pemprov Jambi Soal Dana PEN
Nah, Kadiv Yankum Kanwil Kemenkum Jambi Datangi Kantor Notaris


