JAMBERITA.COM - Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih belum sepenuhnya hilang meski ada kecenderungan angka positif yang turun drastis. Hanya saja hingga saat ini pemerintah masih memberlakukan aturan ketat untuk mengurangi masyarakat terpapar.
Menghentikan segala bentuk kegiatan yang bisa menimbulkan keramaian menjadi salah satu cara pemerintah terutama di Provinsi Jambi sendiri untuk menurunkan angka positif Covid-19.
Akan tetapi, Pemprov Jambi melaksanakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kegiatan ini hampir dipastikan akan mengundang kerumunan mengingat mayoritas penduduk Jambi muslim dan pasti antusias ketika MTQ berlangsung.
Kondisi ini ditakutkan akan kembali membuat Jambi berada di Zona merah dan angka terpapar kembali tinggi terutama Tanjung Jabung Barat yang menjadi tuan rumah. Komitmen pemerintah memastikan MTQ ini tidak memunculkan kluster baru.
"Kami minta kepada seluruh panitia MTQ nanti untuk melaksanakan kegiatan MTQ ini dengan penerapan prokes ketat. Mengingat tuan rumah sendiri kerap masuk zona merah karena kasus aktif Covid-19 tinggi," kata Gubernur Jambi Al Haris.
Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat juga memastikan pelaksanaan MTQ nanti akan berjalan dengan protokol kesehatan ketat. Yang dilakukan nanti adalah memastikan semua kafilah bebas dari Covid-19 dengan melakukan swab terlebih dahulu.
"Komitmen kami melaksanakan MTQ dengan prokes ketat. Kami akan meniadakan acara pembukaan, pawai, bazar, dan kegiatan lain yang sebelumnya selalu ada ketika MTQ berlangsung," ujarnya. (am)
Ketua DPRD Provinsi Jambi Sambut PTI dan Ajak Bersinergi Membangun Teater
DPRD Kota Jambi Gelar Rapat Paripurna, Tanggapan Fraksi Terhadap Rencana APBD Perubahan 2021
Prokes Diperketat, Pemprov Jambi Akan Datangkan Tim Ahli Epidemiologi Sebelum Pelaksanaan MTQ


Lantik APPSI Jambi, Sudaryono Tegaskan Pengurus Harus Kerja Nyata: Jangan Kebanyakan Jadi Mandor!



