Oleh: Wahyu Kurniawan*
Seberapa jauh kamu mengenal keindahan kabupaten Tebo?. Kabupaten yang berada di provinsi jambi yang memiliki kearifan budaya yang cukup banyak baik dari makanan, tradisi maupun tarian. Kali ini kami akan mengenalkan sebuah kearifan budaya yang berada di kabupaten Tebo. Salah satu tarian yang belum banyak diketahui orang yaitu tarian nek pung.
Tari Nek Pung? Pasti sangat asing di telinga anda bukan? Nah jadi, Tarian nek pung merupakan tarian yang berasal dari desa sungai keruh, kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo,Provinsi Jambi. Tarian ini merupakan tarian turun temurun yang sampai saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat desa Sungai Keruh. Menarik bukan?
Menurut nenek jauriah “Tarian nek pung biasanya digunakan pada perayaan adat, acara pernikahan dan sebagainya. Namun pada masa sekarang tarian nek pung hanya digunakan pada saat perayaan besar saja, seperti pada acara ulnag tahun Kabupaten Tebo dan acara besar lainnya”.
Tarian ini menceritakan tentang seorang pangeran langit yang ingin meminang putri dari kerajaan bumi. Namun putri tersebut menolak dengan banyak alasan, namun sang ratu bumi berupya untuk membujuk putri tersebut dengan sebuah tarian agar sang putri hendak menikah dengan pangeran langit.
Fungsi Tari Nek Pung sendiri dalam kehidupan masyarakat setempat terutama di Desa Sungai Keruh memiliki peran yang cukup penting, hal ini terbukti dengan sering ditampilkannya tarian ini dalam berbagai kegiatan setempat, seperti pada saat pernikahan ataupun acara-acara lainnya. Selain berfungsi sebagai hiburan, maka tarian ini juga berfungsi sebagai salah satu bentuk ekspresi komunal masyarakat setempat.
Tari Nek Pung memiliki nilai dan makna yang berisi tentang ajaran kehidupan ,dan bagaimana seharusnya kita melihat sebuah persoalan dalam kehidupan tanpa berlarut-larut. Kesedihan hati berlarut-larut dari Putri bumi yang tidak ingin berjodoh dengan pangeran langit berusaha dihibur oleh ratu bumi, agar putri bumi dapat menerima apa yang telah digariskan oleh Yang Maha Kuasa.
Tarian nek pung biasanya ditampilkan pada acara pernikahan dan acara tertentu. Dalam penampilannya tari nek pung biasanya ditarikan secara berkelompok oleh 9 orang penari yang terdiri dari 7 orang sebagai dayang-dayang, 1 orang putri dan 1 orang ibu (Nek Pung). Adapun kostum yang digunakan adalah baju kurung, kain sarung, kepala, dengan rambut disanggul. Sedangkan musik iringan terdiri dari gendang, gong,Viul/biola, kelintang dan vocal, yang dahulunya langsung penari yang menyanyikan lagu tersebut.(*)
Penulis adalah: Mahasiswa PBSI UNJA*
Implementasi Nilai - Nilai Sumpah Pemuda di Era Pandemi Covid - 19
Problem Pinjol Ribawi hanya Selesai dengan Penerapan Islam Kaffah
Moratorium Sawit Langkah Penting untuk Selamatkan Gambut Jambi
Korem 042/Gapu Gelar Sholat Idul Adha 1447 H di Lapangan Tenis Indoor Makorem


