Oleh: Abdul Jamil Al Rasyid*
Capai tentunya berkaitan dengan pencapaian. Pencapaian adalah suatu impian yang didambakan semua orang dan impian itu berhasil. Makanya disebut dengan pencapaian. Pencapaian tentu bisa dibanggakan oleh semua orang karena tanpa pencapaian yang lebih seseorang tidak bisa dipandang dan hanya dipandang remeh oleh orang lain. Orang yang menganggap sebuah pencapaian itu adalah hal yang biasa saja maka orang itu bisa dikatakan aneh karena setiap keberhasilan dan pencapaian tentu ada apresiasi yang diberikan oleh orang lain. Misalnya kita juara dalam perlombaan tertentu.
Impian tentunya hal yang diinginkan semua orang. Impian sama dengan cita-cita orang tersebut. Impian tentu dilalui dengan proses yang panjang. Tanpa proses impian tidak akan bisa. Setiap orang dalam mencapai impian tentu melalui proses yang tidak mudah, ada duka, tawa dan kesedihan yang menghampiri di setiap proses seseorang dalam kehidupan. Tentu setiap proses yang dilalui tersebut kita nikmati dan ikuti saja karena kita harus yakin bahwa setiap ada masalah misalnya tentu pasti ada jalan keluarnya.
Tentu ada hubungan antara pencapaian dengan impian. Karena pencapaian disini adalah kalimat suruhan karena dengan capailah berarti kita disuruh untuk mencapai suatu hal. Tentu yang berkaitan dengan tulisan ini adalah sebuah impian. Semua orang memiliki impian masing-masing. Ada yang sama dan ada juga yang berbeda. Karena hal ini cara untuk mendapatkan impian itu berbeda-beda. Ada yang dengan cara tertentu dan juga ada yang dengan ilmu.
Ketika kita mencapai impian dengan ilmu, maka hal tersebut akan berada satu level diatas cara yang lain.
Kenapa dengan demikian, karena orang yang dicari itu biasanya orang yang berilmu. Tetapi sekrang tentu hal tersebut sudah mulai bergeser dengan uang. Uang menjadi penentu jalannya kehidupan. Tetapi ada juga yang memandang orang lain dari kepandaian. Ketika orang itu memiliki banyak pengetahuan di bidangnya misalnya. Maka untuk bekerja, itu adalah hal yang mudah bagi dirinya. Ketika kita memiliki ilmu yang dalam tanda kutip lebih dari orang lain maka hal ini akan berdampak pada pekerjaan kita. Bukan kita yang mencari kerja tapi pekerjaan yang mencari kita.
Ketika kita ingin mencapai impian, carilah ilmu yang banyak. Karena dengan ilmu kita bisa diantarkan ke tujuan kita. Orang yang berilmu biasanya tidak mau menganggap ilmunya itu adalah senjatanya karena orang yang benar-benar memiliki ilmu sangat jarang dia sombong karena didalam otaknya hanya ada belajar, belajar dan terus belajar. Impian dengan mudah dicapai dengan ilmu karena setiap orang berilmu beriringan dengan tercapainya impian orang tersebut dalam suatu bidang. Oleh karena itu bertemanlah dengan orang yang berilmu sedikit banyaknya kita akan dikasih cara untuk belajar yang baik misalnya.
Setiap manusia tentu memiliki sudut pandang yang berbeda mengenai cara untuk mencapai impian. Tetapi tujuan akhirnya sama yaitu tercapainya impian suatu orang. Kebanyakan manusia hanya bisa pasrah dengan impian dia, karena diibaratkan dengan air mengalir saja. Tidak seperti itu kaidahnya karena hidup bukanlah seperti air mengalir. Ada kerja keras yang mengiringi di setiap keberhasilan seseorang. Ada kegagalan yang pernah dicoba oleh orang lain sebelum berhasil. Kegagalan tersebut dijadikan pelajaran untuk kita agar kelak kita berhasil dalam suatu hal.
Kegagalan demi kegagalan bukan hanya dijadikan untuk diratapi. Tapi dari kegagalan itu kita bisa mencapai impian kita. Belajar dari titik mana kita gagal. Jangan ulangi kesalahan yang sama. Penulis yakin semua orang sukses pernah gagal di masa lalu begitu juga dengan orang yang nakal di masa lalu belum tentu hidupnya gagal di masa depan. Setiap orang berbeda-beda mulai dari cara belajar, menyikapi kesedihan dan lainnya. Orang yang sering mengeluh akan begitu saja. Tetapi orang yang bangkit setelah gagal maka hal itu akan membuat dia satu langkah lebih baik dari orang lain.
Untuk itu capailah impian kita, jangan pikirkan ketika kita gagal. Jangan pernah takut akan kegagalan dalam mencapai suatu hal. Bisa jadi kegagalan itu adalah langkah yang baik untuk belajar di kemudian hari. Capaialah cita-cita kita dengan banyak belajar karena orang yang berilmu adalah orang yang berkualitas ketika cita-cita mereka tercapai. Orang dengan ilmunya tentu berbeda dengan orang yang kurang memiliki ilmu dalam meraij cita-citannya. Untuk itu ketika masih dalam proses menuntut ilmu ini rajinlah dalam proses belajar dan juga perbanyak relasi dengan orang lain. Jangan juga takut kegagalan karena kegagalan adalah awal dari keberhasilan.(*)
Penulis adalah: Mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand angkatan 2019 berdomisili di Padang Pariaman Sumatera Barat Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Patamuan Tandikek*
Bantuan Sosial Upaya Pemberdayaan atau Hanya Sekedar Bentuk Perhatian
Manfaatkan Limbah Sawit Menjadi Kerajinan Tangan Sebagai Kreativitas Meningkatkan Penghasilan Tamban
Kejati Jambi Sembelih 14 Hewan Kurban, Daging Langsung di Distribusi ke Masyarakat



