Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Untuk Campuran Pupuk Bokashi



Selasa, 28 Desember 2021 - 18:04:53 WIB



Ayu Gusniasari
Ayu Gusniasari

Oleh : Ayu Gusniasari*

 

 

Limbah kulit sering menjadi masalah tersendiri bagi masyarakat di desa bumga tanjung. Tumpukan sekam padi yang menggunung belum dimanfaatkan oleh petani sebagai bahan yang bermanfaat. Kegiatan Ipteks bagi Masyarakat ini bertujuan memberikan ilmu pengetahuan tentang pemanfaatan sekam padi menjadi arang sekam, dan bokashi. Desa bunga tanjung Rt. 03 dan Rt.04 di Kecamatan Nipah Panjang, Jenis luaran yang dihasilkan melalui kegiatan Ipteks bagi Masyarakat adalah bokashi. Kegiatan sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan , Masyarakat di desa bunga tanjung tersebut antusias mengikuti penyuluhan karena tentang pembuatan bokashi sehingga mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Pemanfaatkan limbah sekam padi dapat menyelesaikan beberapa permasalahan sekaligus yaitu petani dapat memanfaatkan limbah sekam padi menjadi arang sekam, biobriket dan bokashi. Selain itu petani dapat membuat sendiri bokashi dan bahan bakar alternatif ini sehingga dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga petani serta dapat menambah pendapatan mereka dengan menjual briket arang sekam dan bokashi tersebut.

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat berupa Ipteks bagi Masyarakat pembuatan bokashi berbahan sekam padi yang dilaksanakan di Desa bunga tanjung, Berdasarkan peraturan tentang pengelolaan sampah Nomor 03 Tahun 2013. Masyarakat Desa bunga tanjung memberikan respon positif terhadap kegiatan pembuatan bokashi yang dilaksanakan oleh tim pelaksana. Masyarakat yang hadir berjumlah 50 (lima puluh) orang beserta aparat desa setempat yaitu Ketua RT. 03 Bapak Sugito, Ketua RT. 04 Bapak Puji, Pada kegiatan penyuluhan dan pelatihan dilakukan pendampingan cara membuat membuat arang sekam, pupuk bokashi dan biobriket.  

Pemanfaatan bokashi sekam padi dan jerami dapat menghemat pengeluaran petani dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan bokashi yaitu jerami dan sekam padi tersedia melimpah di Desa bunga tanjung Selain jerami dan sekam padi, karena kandungan zat gizinya sangat baik untuk mikroorganisme. Bokashi jerami dan sekam padi sangat baik digunakan untuk melanjutkan proses pelapukan mulsa dan bahan organik lainnya dilahan pertanian. Bokashi jerami dan sekam padi juga sesuai untuk diaplikasikan di lahan sawah.

Pupuk bokashi yang telah dibuat dapat disimpan selama 1 tahun setelah dikeringkan dengan cara dijemur sampai kering. Pupuk yang telah kering setelah dijemur kemudian dikemas dalam kantong plastik. Bokashi dapat disebar merata di atas permukaan tanah dengan dosisi 3 ± 4 genggam persatu meter persegi (150 ± 200 gram), untuk tanah yang kurang subur dapat diberikan lebih banyak lagi, sedangkan untuk tanah yang cukup rusak yang disebabkan porositas tanah yang jelek maka untuk mengembalikan kondisi tanah menjadi baik diperlukan bokashi sebesar kurang lebih 5 ton/ha.

Cara mencampurkan bokashi dapat dilakukan dengan cara tanah dicangkul atau dibajak. Pada tanah persawahan pemberian bokashi dilakukan sebelum pembajakan. Pemberian pupuk bokashi untuk menyuburkan tanah dan meningkatkan pertumbuhan padi dapat dilakukan kembali ketika padi berumur 14 hari dan 1 bulan. Pada prinsipnya aplikasi dapat dilakukan pada saat pengolahan tanah sebagai penutup lubang tanam, untuk lahan kering pupuk bokashi dapat ditaburkan sebelum tanam. Setelah bokashi disebar kemudian disemprot 2 cc EM4 /liter air ke dalam tanah, 1 minggu kemudian bibit siap ditanam. Pelatihan pembuatan pupuk bokashi dilakukan agar masyarakat yang tergabung dalam 

Kpelatihan RT. 03 dan RT 04 Desa bunga tanjung dapat mengetahui secara langsung proses pembuatan bokashi serta komposisi bahan yang digunakan.

Aplikasi pupuk bokashi di lahan pertanian dapat membantu memperbaiki struktur fisik, kimia dan biologi tanah. Manfaat lain pupuk bokashi adalah sebagai berikut : 

1) Memberikan nutrisi bagi tanaman 

2) peningkatan kapasitas tukar kasi 

3) Menambah kemampuan tanah menambah air  

4) peningkatan aktivitas biologi tanah 

5) peningkatan pH pada tanah masam 

6) peningkatan unsur hara mikro  

7) Tidak menimbulkan masalah bagi lingkungan(*)

 

 

Penulis adalah: Mahasiswa UIN STS Jambi, Fakultas Ekonomi dan bisnis islam Prodi Ekonomi syariah*



Artikel Rekomendasi