Pulang Basamo merupakan sebuah agenda atau acara mudik yang diadakan ketika menyambut hari raya Idul Fitri. Bagi masyarakat Indonesia tradisi mudik merupakan cirikhas karena setiap orang yang pergi merantau tentu melaksanakan mudik satu tahun sekali.
Mudik merupakan sebuah tradisi yang mana ketika seseorang mudik tentu dia pulang secara bersama tidak melupakan kampung halaman dia. Pulang Basamo merupakan pulang secara bersama-sama yang diadakan oleh pemudik secara bersama-sama. Hal ini biasanya dilakukan banyak sekali perantau-perantau yang ada di Minangkabau.
Merantau adalah salah satu ciri khas yang dimiliki oleh masyarakat Minangkabau. Semua orang tidak kaget dengan tradisi merantau masyarakat Minangkabau. Di setiap daerah di Indonesia kita pasti banyak menjumpai masyarakat Minangkabau.
Maka hal ini merupakan sebuah kebanggaan bagi masyarakat Minangkabau itu sendiri. Begitu juga dengan masyarakat yang ada di salah satu daerah di Kabupaten Padang Pariaman yaitu Tandikek Asli. Korong Tandikek Asli Terletak Di Nagari Tanndikek Utara Kecamatan Patamuan Kabupaten Padang Pariaman, di daerah Tanndikek Asli ini tentu ada juga masyarakat yang pergi merantau.
Maka hal ini menjadi pemicu bagi perantau untuk mudik (pulang basamo) se Tandikek Asli. Perantau di Tandikek Asli tidak hanya merantau ke Ibukota saja melainkan banyak daerah misalnya Bandung, Aceh, Medan, Pontianak dan kota besar laiinnya.
Perantau Tandikek Asli pada momen hari Raya Idul Fitri tahun ini membuat sebuah gebrakan yang baru yaitu dengan sebuah acara yang sangat meriah. Banyak acara yang diadakan antara kolaborasi perantau dengan pemuda yang ada di Tandikek Asli.
Acara yang pertama diadakan adalah iring-iringan dengan mobil polisi mulai memasuki daerah Tandikek. Mobil para perantau ini berjumlah 35 mobil yang mana disambut juga dengan penampilan gandang rasa dari para perantau.
Acara ini diadakan pada tanggal 29 April 2022 pada pukul 4 sore. Acara tersebut juga dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama antara perantau dan seluruh warga Tanlndikek Asli. Maka hal ini tentu sangat menarik dan membuat tejalinnya hubungan silaturahmi antara perantau di Tandikek Asli.
Selanjutnya ketika tanggal 5 Mei 2022 pada saat malam hari, perantau juga mengadakan acara permainan kim bagi seluruh warga Tandikek Asli. Permainan KIM merupakan suatu permainan tradisi Minangkabau yang menggunakan pantun dan angka. KIM tersebut merupakan singkatan dari Kesenian Irama Minang.
Dalam permainan KIM ini tentu ada hadiah yang akan diberikan ke penonton. Hadiah dari permainan ini tentu tidak seperti biasanya. Hadiah permainan ini lebih besar misalnya ada karpet, uang dan lainnya. Hal ini tentu tidak lepas dari peran perantau yang memdanai acara ini.
Acara permainan kim ini sangat banyak orang yang berdatangan baik dari rantau maupun dari masyarakat diluar Tandikek Asli. Maka tidak heran dengan adanya acara permainan KIM membuat terjadinya antara perantau dan juga para masyarakat yang ada di Tandikek Asli. Perantau di Tandikek Asli tidak hanya membuat satu acara saja di kampung halamannya, ada juga opem turnamen bola voli yang bisa dikatakan setingkat Sumatera Barat.
Peserta open turnamen ini dari berbagai kabupaten yang ada di Sumatera Barat. Turnamen ini sebenernya hanya lanjutan dari turnamen sebelumnya, tetapi yang menjadi perbedaan adalah ketika momentum tersebut dibuat ketika orang dari rantau melakukan mudik bersama. Maka perantau disini juga berkolaborasi dengan pemuda yang ada di Tandikek Asli.
Peran dari perantau untuk mengadakan acara di lebaran kali ini sangat penting karena tanpa perantau tentu tidak akan terjadi acara yang meriah dan menarik seperti ini. Penulis melihat juga ada nama ikatan daru permata di Tandikek Asli, nama ikatan tersebut adalah TANDIKEK ASLI SAIYO SAKATO.
Ketika ditilik lebih jauh nama ini tentu merupakan sebuah nama yang memiliki makna yaitu satu kata dan satu tujuan. Maka perantau ini baik di rantau maupun di ranah tentu memiliki satu tujuan. Begitu juga dengan kolaborasi antara masyarakat Tandikek Asli dengan organisasi pemuda yang bernama IPPELTA(IKATAN PEMUDA PELAJAR TANDIKEK ASLI).
Kolaborasi inilah yang menghadirkan sebuah acara yang sangat meriah di Tandikek Asli. Tanpa perantau yang menjadi pendobrak acara tentu masyarakat akan kesusahan karena dana dari acara ini datang dari perantau. Pasca pandemi tidak banyak kampung yang melaksanakan pulang basamo, di wilayah Padang Pariaman saja tidak banyak yang melakukan pulang basamo. Karena pandemi menjadi sebuah hal yang bisa dikatakan menghambat semua kegiatan yang dilakukan.
Tetapi pasca pandemi perantau Tandikek Asli bisa dikatakan sebagai sebuah pionir agar masyarakat Padang Pariaman tidak terhambat dengan pandemi. Pasca era pandemi menjadi endemi seperti ini merupakan momentum yang tepat bagi masyarakat yang terutama merantau untuk menjalin silaturahmi dengan masyarakat di kampung.
Sudah dua tahun kita tidak melihat kampung ramai, tetapi tahun ini merupakan tahun yang sangat berkah khususnya warga Tandikek Asli. Untuk itu penulis mengucapkan rasa terima kasih yang besar terhadap perantau Tandikek Asli baik yang berada dimanapun.
Karena penulis tentu tidak banyak yang melihat perantau itu bersatu seperti yang ada di kampung kita(Tandikek Asli). Ketika hal ini hendaknya terus berlanjut diadakan ketika perantau selalu melakukan pulang secara bersama.
Pulang bersama tentu berbeda halnya dengan pulang sendiri. Ketika kita mengingat bahwa perantau banyak yang pulang tetapi tidak banyak yang secara bersama-sama. Untuk itu di lebaran tahun depan besar harapan penulis untuk para perantau bahwa ketika hal ini menjadi sebuah tradisi yang akan dilanjutkan setiap tahunnya.
Peran perantau untuk membangun kampung juga diperlukan karena tanpa perantau sulit bagi masyarakat untuk mengadakan sebuah acara yang ada di kampung halaman kita.
*Penulis Adalah Abdul Jamil Al Rasyid Lahir Di Tandikek Asli Padang Pariaman, Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau Universitas Andalas, Penulis Merupakan Anggota IPPELTA(Ikatan Pemuda Pelajar Tandikek Asli Penulis Pernah Menerbitkan Tulisan Di Berbagai Media 34 Provinsi Indonesia, Penulis Sekarang Berdomisili Di Padang Pariaman, Sumatera Barat, Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Patamuan Tandikek
Dinas PUTR Provinsi Jambi Sembelih Empat Hewan Kurban di Hari Raya Idul Adha 1447 H
Menatap Wajah di Foto Usang : 25 Tahun Husni Merajut Rindu, Mencari Ibu yang Hilang Tanpa Kabar
Lewat Virtual, Kanwil Kemenkum Jambi Bahas Pengembangan Karier Jabatan Fungsional
Perbandingan Sistem Pemilu Dan Kepartaian Di Negara Indonesia Dengan Negara Inggris
Korem 042/Gapu Gelar Sholat Idul Adha 1447 H di Lapangan Tenis Indoor Makorem


