Tingkatkan Peserta KB Aktif, BKKBN Jambi Gandeng PLKB Hingga Aparatur Sipil Negara



Jumat, 15 September 2023 - 14:53:54 WIB



JAMBERITA.COM- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi terus berupaya meningkatkan peserta Keluarga Berencana (KB) aktif.

Banyak sekali upaya dan kegiatan yang telah dilaksanakan BKKBN Jambi salah satunya yaitu mengadakan pertemuan dengan mengundang Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai PPPK

Bertempat di Balai Penyuluh, Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Jambi, Drs. Putut Riyatno M.Kes menuturkan dalam kegiatan silaturahmi dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kerjasama dan mengajak seluruh stakeholder untuk bersama mengajak dan mensosialisasikan pentingnya ber KB kepada masyarakat.

Dalam diskusi tersebut, Putut turut memberikan semangat kepada penyuluh KB untuk terus bersemangat dan bersyukur karena terpilih menjadi Penyuluh lapangan.

"Sebagai petugas lapangan PNS maupun PPPK, hal pertama yang perlu dilakukan adalah bersyukur kepada Allah SWT karena sudah bisa menjadi penyuluh lapangan. Jangan menyerah dan tetaplah bekerja keras," katanya.

Disisi lain, Putut juga menghimbau penyuluh untuk menjalin kerja sama dengan mitra kerja terutama bidan yang merupakan salah satu mitra terdekat.

"Terus belajar dengan segala kemudahan teknologi di jaman sekarang, bekerjalah sesuai dengan tupoksi kita dan jangan banyak menuntut, pekerjaan itu perlu didalami, diselami, dan bersinergis dengan siapapun untuk mencapai tujuan," ucapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa BKKBN mempunyai dua program nasional yaitu Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting (PPS) dan ada tiga misi utama di program Bangga Kencana, pertama, pembangunan keluarga, kedua, pelayanan kontrasepsi jalur pemerintah, swasta di wilayah sasaran khusus. Dan ketiga, kependudukan seperti Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat).

"Selain itu ada juga kampung keluarga berkualitas, sekolah siaga kependudukan, rumah data kependudukan," jelasnya.

Sedangkan untuk masalah stunting ada dua faktor yang mempengaruhi seperti faktor sensitif atau yang tidak langsung mempengaruhi dan faktor spesifik atau yang langsung mempengaruhi.

"Faktor spesifik yaitu seperti kurang gizi yang dimulai pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yaitu dimana saat-saat menentukan anak stunting atau tidak. Jika ibu atau anak kurang gizi pada saat golden ages/periode emas akan ada kecenderungan anak menjadi stunting," ucapnya.

Calon Pengantin (Catin) perlu mempersiapkan diri dengan memastikan diri tidak anemia, lingkar lengan tidak kurang dari 23,5cm, dan suntik Tetanus Toksoid (TT).

Kemudian pada saat hamil, minimal 6 kali pemeriksaan kehamilan dan ibu perlu mendapat cakupan gizi yang cukup serta tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat, lalu pasca kehamilan, berikan asi ekslusif selama 6 bulan, bayi diberikan imunisasi untuk meningkatkan sistem imun anak, dan ibu diberikan konseling untuk ber-KB.

"Pelaporan Sistem Informasi Keluarga (SIGA) jangan sampai terlambat, diharapkan kerinci menjadi pelaporan tertinggi pada program ini," tuturnya. (Tna)



Artikel Rekomendasi