Mengangkasa di Atas Sajadah: Saat Akademisi UNJA Melangitkan Doa Minta Hujan



Senin, 07 September 2026 - 10:58:21 WIB



Foto : Unja Gelar Shalat Istisqa.
Foto : Unja Gelar Shalat Istisqa.

JAMBERITA.COM - Di tengah kemarau yang melanda dan membakar semangat bumi, ada saatnya ilmu pengetahuan menundukkan kepala di hadapan Sang Pencipta. Lapangan Upacara Gedung Rektorat Lama Universitas Jambi (UNJA) pada Sabtu (5/9/2026) tak sekadar menjadi saksi rutinitas kampus, melainkan berubah menjadi bentangan sajadah tempat ribuan doa di langitkan.

Langkah-langkah kaki Rektor UNJA, Helmi, bersama jajaran pimpinan, para dosen, hingga mahasiswa mengayun tenang menuju barisan saf. Tidak ada sekat jabatan atau gelar akademik pagi itu. Semuanya hadir membawa dahaga yang sama, yaitu merindukan gumpalan awan hitam pembawa tumpahan rahmat dari langit.

Sebelum takbir berkumandang, Rektor Helmi berdiri memberikan pesan menyejukkan. Di hadapan sivitas akademika, ia mengingatkan hakikat tertinggi dari sebuah ilmu dan ujian.

“Kita laksanakan salat ini dan sama-sama kita berserah kepada Allah SWT bahwa ini merupakan kuasa-Nya. Tidak ada yang bisa mengubahnya. Ini adalah bagian dari ujian kita semua. Mudah-mudahan apa yang akan kita lakukan dan doa kita nanti mendapatkan ijabah dari Allah SWT,” ujar Helmi penuh ketulusan.

Panduan tata cara salat kemudian disampaikan oleh Ustaz Sulhi Muhamad Daud Abdul Kadir, Lc., M.H. yang juga bertindak sebagai imam, didampingi Ustaz Syahrizal Pahlevi, S.Pd.I., M.Pd.I. sebagai bilal. Suara takbir dan lantunan ayat suci menggema lembut, memecah kesunyian udara pagi yang kering.

Usai dua rakaat ditunaikan, Ustaz Warissudin Sholeh, M.A. naik menyampaikan khutbah. Pesannya menancap dalam ke sanubari para insan akademis yang hadir.

“Kita melaksanakan salat istisqa pagi ini bukan sekadar ritual dan formalitas belaka, tapi ini adalah wasilah kita memohon ampun kepada Allah atas segala dosa dan kesalahan kita, dan kita berjanji untuk memperbaiki kehidupan kita,” tegas Ustaz Warissudin.

Momen Istisqa di UNJA menjadi potret indah dari dunia pendidikan. Kampus tidak hanya menjadi tempat merajut logika dan mencetak intelektual, tetapi juga ruang untuk mengasah kerendahan hati. Ketika usaha manusiawi telah diupayakan di bumi, melangitkan doa dan istigfar adalah puncak ikhtiar terbaik untuk menjemput kembali keberkahan hujan.(afm)

Sumber : www.unja.ac.id





Artikel Rekomendasi