JAMBERITA.COM - Pendidikan tinggi adalah hak setiap anak bangsa tanpa terkecuali. Memegang teguh komitmen tersebut, Universitas Jambi (UNJA) kini menjadi rumah belajar yang ramah dan inklusif bagi 21 mahasiswa disabilitas yang tengah menempuh pendidikan di berbagai program studi.
Sebagai langkah nyata memperkuat budaya kampus yang saling menghargai dan bebas diskriminasi, Pusat Layanan Disabilitas (PLD) UNJA menggelar seminar bertajuk “Inspiring People”. Agenda ini menghadirkan ruang perjumpaan yang hangat antara mahasiswa berkebutuhan khusus, sivitas akademika, dan masyarakat umum untuk saling berbagi inspirasi serta membongkar stereotip.
Wakil Rektor Bidang Akademik UNJA Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H. menyampaikan bahwa UNJA berkomitmen memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa penyandang disabilitas. Saat ini, UNJA telah memiliki jalur afirmasi khusus bagi calon mahasiswa penyandang disabilitas sebagai upaya membuka akses pendidikan tinggi yang lebih terbuka dan setara.
“Saat ini Universitas Jambi memiliki 21 orang mahasiswa penyandang disabilitas dan telah memiliki satuan tugas disabilitas,” ujarnya.
Keberadaan 21 mahasiswa disabilitas di UNJA bukan sekadar angka, melainkan simbol ketangguhan dan semangat pantang menyerah dalam menuntut ilmu. Melalui Seminar Inspiring People, UNJA mengedukasi seluruh warga kampus agar tidak lagi memandang disabilitas dari keterbatasan, melainkan dari potensi dan keunikan yang dimiliki setiap individu.
Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UNJA Prof. Dr. Retno Kusniati, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya membangun komitmen pendidikan tinggi yang inklusif di lingkungan UNJA.
“UNJA terus berupaya mewujudkan komitmen pendidikan tinggi yang inklusif. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun kampus yang ramah dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh sivitas akademika,” ujarnya.
Pihak pengelola Pusat Layanan Disabilitas UNJA menegaskan bahwa mewujudkan kampus inklusif memerlukan sinergi dari seluruh elemen.
Penyediaan Fasilitas Aksesibel, bertahap membenahi sarana fisik kampus agar ramah bagi pengguna kursi roda, tunanetra, dan disabilitas lainnya. Pendampingan dan memberikan fasilitasi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing mahasiswa. Serta menumbuhkan kesadaran kolektif mahasiswa nondisabilitas untuk menjadi rekan belajar yang suportif dan empatis.
Seminar ini juga menjadi panggung bagi mahasiswa disabilitas untuk menunjukkan karya dan cerita perjuangan mereka menembus batas. Kehadiran para pembicara inspiratif berhasil memantik empati sekaligus membuka mata para peserta bahwa kesetaraan ruang berkarya adalah kunci utama kemajuan bersama.
Melalui kegiatan edukatif yang menyentuh sisi humanis ini, Universitas Jambi terus melangkah menjadi kampus yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. UNJA membuktikan bahwa setiap insan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bertumbuh, dan menginspirasi dari Kampus Pinang Masak.(Silvi)
Selengkapnya : www.unja.ac.id
Merawat Kesetaraan di Kampus : UNJA Rangkul 21 Mahasiswa Disabilitas Lewat Seminar 'Inspiring People
Cegah Stres Akademik, UNJA Bekali Mahasiswa Keterampilan Hipnoterapi
Kanwil Kemenkum Jambi Evaluasi 10 Perda Masyarakat Hukum Adat Respons Berlakunya KUHP Baru
Cegah Dampak Kabut Asap, FH UNJA dan PT WKS Bagikan 6.000 Masker untuk Mahasiswa
Dosen PGSD UNJA Kenalkan AI kepada Guru SD Batang Hari untuk Susun RPM Kurikulum Merdeka
Pudak Expo 2026: UNJA dan Pemkab Muaro Jambi Bersinergi Wujudkan Kampus Berdampak
Kanwil Kemenkum Jambi Evaluasi 10 Perda Masyarakat Hukum Adat Respons Berlakunya KUHP Baru



