Dari Riset Jadi Karya Bernilai, Sinergi Kanwil Kemenkum Jambi dan UM Jambi Diperkuat



Senin, 05 Oktober 2026 - 20:02:28 WIB



JAMBERITA.COM– Sebuah sertifikat penghargaan mungkin hanya selembar kertas. Namun bagi Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi dan Universitas Muhammadiyah Jambi, penghargaan itu menjadi penanda sebuah kerja sama untuk membawa hasil penelitian dan inovasi dari ruang-ruang akademik menuju karya yang memiliki perlindungan dan manfaat lebih luas.

Suasana tersebut terasa dalam kegiatan penyerahan sertifikat penghargaan oleh Universitas Muhammadiyah Jambi kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi, Senin (5/10/2026).

Bertempat di Universitas Muhammadiyah Jambi, sertifikat penghargaan diserahkan langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Jambi, Hendra Kurniawan, kepada Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kementerian Hukum Jambi, Diana Yuli Astuti.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen dan kontribusi Kanwil Kementerian Hukum Jambi dalam mendorong penguatan pelindungan serta pemanfaatan Kekayaan Intelektual di lingkungan perguruan tinggi.

Namun, pertemuan itu tidak berhenti pada seremoni penyerahan sertifikat.

Di balik penghargaan tersebut, ada pembicaraan mengenai bagaimana kerja sama yang telah terbangun dapat menghasilkan langkah konkret. Diana Yuli Astuti bersama jajaran Bidang Kekayaan Intelektual Kanwil Kementerian Hukum Jambi dan pihak Universitas Muhammadiyah Jambi membahas rencana kerja sebagai tindak lanjut Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama yang telah disepakati kedua pihak.

Salah satu perhatian utama adalah hasil penelitian dan inovasi yang lahir dari lingkungan kampus.

Selama ini, hasil penelitian dosen, peneliti maupun mahasiswa banyak berakhir sebagai publikasi ilmiah. Padahal, sebagian di antaranya berpotensi menjadi Kekayaan Intelektual yang dapat dilindungi secara hukum dan dikembangkan menjadi sesuatu yang memberikan manfaat lebih besar.

Di sinilah pentingnya peran perguruan tinggi dalam mengenali potensi tersebut sejak awal.

Diana Yuli Astuti mendorong Universitas Muhammadiyah Jambi untuk melakukan pemetaan terhadap berbagai hasil penelitian yang berpotensi didaftarkan sebagai Paten.

Sebab, sebuah temuan yang lahir dari proses panjang penelitian tidak seharusnya berhenti hanya sebagai dokumen akademik.

Dengan pelindungan Kekayaan Intelektual, hasil penelitian dan inovasi tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan, dimanfaatkan dan memberikan nilai ekonomi, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi penciptanya.

Kanwil Kementerian Hukum Jambi pun membuka ruang pendampingan bagi Universitas Muhammadiyah Jambi, khususnya dalam proses identifikasi, pendaftaran hingga pelindungan Kekayaan Intelektual.

Kerja sama ini menjadi penting karena perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai tempat berlangsungnya pendidikan, tetapi juga menjadi salah satu sumber lahirnya inovasi dan pengetahuan baru.

Dari ruang kelas, laboratorium hingga meja penelitian, berbagai gagasan dapat lahir. Tantangannya kemudian adalah bagaimana gagasan tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat menjadi karya yang terlindungi dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Melalui penguatan sinergi Kanwil Kementerian Hukum Jambi dan Universitas Muhammadiyah Jambi, harapan itu mulai diarahkan pada langkah yang lebih konkret.

Penghargaan yang diserahkan pada Senin itu pun akhirnya bukan sekadar bentuk apresiasi.

Lebih jauh, penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa ketika kampus dan pemerintah membangun kolaborasi, hasil penelitian dan inovasi memiliki kesempatan lebih besar untuk keluar dari ruang akademik, mendapatkan perlindungan hukum, dan tumbuh menjadi karya yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta mendukung kemajuan daerah.(*)



Artikel Rekomendasi