FKIP UNJA Dorong Mahasiswa Bijak Gunakan AI



Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:40:47 WIB



Foto : Seminar Etika Digital Berbasis AI/JMB.
Foto : Seminar Etika Digital Berbasis AI/JMB.

JAMBERITA.COM - 

Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jambi (UNJA) menggelar seminar bertema “Pemanfaatan AI secara Bertanggung Jawab: Penguatan CivicResponsibility untuk Membangun Warga Digital yang Cerdas dan Beretika pada Mahasiswa” di Ruang Serbaguna Lantai 3 Gedung UNIFAC, Kampus UNJA Mendalo, Senin (12/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama FKIP UNJA, Dr. Fortuna Sari, S.S., M.A., Sekretaris Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS), Dr. Alif Aditya Chandra, M.Pd., Koordinator Program Studi PPKn, Priazki Hajri, M.Pd., Koordinator Program Studi Pendidikan Ekonomi, Ahmad Rifqi, M.Pd., serta narasumber Dr. Edwin Nurdiasah, M.Pd., Koordinator Program Studi PPKn Universitas Sriwijaya Dr. Edwin Nurdiansyah, S.Pd., M.Pd. Seminar ini juga diikuti oleh dosen dan mahasiswa PPKn UNJA.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama FKIP UNJA, Dr. Fortuna Sari, S.S., M.A., dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menjelaskan bahwa pengguna AI perlu memiliki kemampuan untuk mengarahkan teknologi sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.

“AI dapat membantu menghasilkan berbagai bentuk karya, tetapi gagasan dan kemampuan untuk menilai hasilnya tetap harus berasal dari penggunanya. Selain itu, penggunaan AI perlu memperhatikan etika, termasuk menghargai karya orang lain dengan mencantumkan sumber serta mempertimbangkan dampak teknologi terhadap lingkungan,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jurusan PIPS UNJA, Dr. Alif Aditya Chandra, M.Pd., menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis dan kreativitas di tengah perkembangan teknologi AI. Menurutnya, mahasiswa perlu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan gagasan dan karya, bukan sekadar menyalin hasil yang diberikan AI.

“Yang paling ditekankan dari AI di sini adalah kemampuan berpikir kritis dan imajinasi untuk menciptakan sesuatu. Jangan sampai Anda menjadi budaknya AI,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Koordinator Program Studi PPKn UNJA, Priazki Hajri, M.Pd., menyampaikan bahwa penggunaan AI dalam kegiatan akademik perlu disertai pemahaman dan tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa AI seharusnya menjadi alat bantu dalam proses pembelajaran, bukan pengganti kemampuan berpikir mahasiswa.

“Menggunakan AI itu tidak salah, tetapi tergantung dari bagaimana mahasiswa meletakkan posisi AI itu. AI harus diletakkan sebagai objek, tidak dijadikan sebagai subjek,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengandalkan hasil AI dalam menyelesaikan tugas, tetapi tetap memahami substansi dan mampu mempertanggungjawabkan karya yang dihasilkan.

Melalui seminar ini, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan AI secara bijak, kritis, dan kreatif tanpa mengabaikan integritas akademik. Kegiatan ini juga menjadi upaya memperkuat tanggung jawab kewargaan (civic responsibility) dalam membentuk warga digital yang cerdas, beretika, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Selengkapnya : www.unja.ac.id

 
 

 

 





Artikel Rekomendasi