Tangis Haru Ibunda Pecah, Saat Novita Ulpa Jadi Wisudawan Terbaik UBR Jambi dengan IPK 4,00



Senin, 26 Oktober 2026 - 08:41:43 WIB



Foto : Novita Ulpa Saat Menerima Selempang Penghargaan dari Rektor UBR Jambi Saat Wisuda ke V di ACC, Kota Jambi Sabtu (24/10) kemarin./JMB.
Foto : Novita Ulpa Saat Menerima Selempang Penghargaan dari Rektor UBR Jambi Saat Wisuda ke V di ACC, Kota Jambi Sabtu (24/10) kemarin./JMB.

JAMBERITA.COM - Momen haru mewarnai Wisuda ke-V Universitas Baiturrahim (UBR) Jambi di Gedung Abadi Convention Centre (ACC), Kota Jambi, Sabtu (24/10/2026). Dalam prosesi tersebut, Novita Ulpa dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Program Studi Sarjana Kebidanan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00.

Di tengah kebahagiaan para wisudawan yang menerima gelar akademik, air mata Sulastri, ibunda Novita, mencuri perhatian. Momen tersebut disaat Novita dipanggil untuk berdiri bersama di hadapan ratusan wisudawan, orang tua, dan tamu undangan guna menerima selempang serta penghargaan dari Rektor UBR Jambi, Dr. Filius Chandra, SE, MM, Sulastri pun tak kuasa membendung air matanya.

Di hadapan pimpinan universitas dan para undangan, tangis haru itu mengalir begitu saja. Momen yang seharusnya menjadi perayaan keberhasilan sang anak berubah menjadi gambaran kuat tentang cinta, perjuangan, dan pengorbanan seorang ibu. Novita, yang merupakan putri almarhum Asrofi dan Sulastri, terlihat berusaha menguatkan ibundanya. Di tengah suasana haru, ia mendampingi sang ibu agar dapat menenangkan diri.

Pemandangan sederhana itu menyimpan makna mendalam. Di balik keberhasilan seorang anak meraih prestasi akademik, ada orang tua yang menyimpan doa, harapan, dan perjuangan panjang yang tidak selalu terlihat.

Bagi Sulastri, momen tersebut bukan sekadar menyaksikan anaknya menerima penghargaan. Ada kebanggaan melihat Novita berdiri dengan pencapaiannya sendiri, sekaligus kenangan tentang perjalanan hidup yang telah mereka lalui bersama.

Terlebih, Novita kini menyelesaikan pendidikannya dengan membawa nama sang ayah, almarhum Asrofi, dalam perjalanan yang mengantarkannya menuju keberhasilan.

Wisuda menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang di bangku pendidikan. Namun, bagi orang tua, keberhasilan anak sering kali memiliki arti yang jauh lebih dalam daripada sekadar gelar atau angka di atas ijazah.

Tangis Sulastri menjadi gambaran tentang perasaan yang mungkin sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ada kebanggaan, kelegaan, kenangan, dan rasa syukur yang bertemu dalam satu momen.

Sementara Novita, dengan prestasi yang diraihnya, menunjukkan bahwa keberhasilan bukan hanya tentang berdiri di antara wisudawan terbaik, tetapi juga tentang tetap menggenggam tangan orang yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanannya.

Di tengah kemegahan prosesi wisuda, momen ibu dan anak itu menyampaikan pesan sederhana yang menyentuh hati: di balik langkah seorang anak menuju masa depan, sering kali ada doa seorang ibu yang tak pernah berhenti menyertainya.

Dan ketika akhirnya sang anak berdiri menerima penghargaan, air mata seorang ibu menjadi saksi bahwa perjuangan itu tidak pernah benar-benar dijalani sendirian.

Selain Novita Ulpa, Wisuda ke-V UBR Jambi juga memberikan penghargaan kepada wisudawan terbaik dari sejumlah program studi, berikut nama-nama beserta orang tuanya.

Dari Program Studi S1 Keperawatan Reguler, penghargaan diraih Dwi Yolanda Putri, putri Aulia Nurmawan dan Risma, dengan IPK 3,8.

Sementara itu, Nurul Aulia Sani dari Program Studi S1 Kebidanan Reguler meraih IPK 3,97. Ia merupakan putri H. Asasul Badri dan almarhumah Nur Hidayati, Am.Keb.

Dari Program Studi S1 Ilmu Gizi Reguler, Demi Safitri, putri Miksen dan Desmayuli, meraih IPK 3,93.

Penghargaan wisudawan terbaik Program Studi S1 Ilmu Gizi jalur RPL diraih Kanna Widiyastuti, putri Sutarna, S.Pd., dan Kalsum, S.Pd., dengan IPK 3,82.

Adapun dari Program Studi D3 Fisioterapi, penghargaan diberikan kepada Handia Aupa Dasiba, putri AKP Harmin Dasiba dan Lisnira, S.Keb., Bd., yang meraih IPK 3,96.(afm)

 





Artikel Rekomendasi