JAMBERITA.COM - KPU Kota Jambi menggelar rapat pleno pemutakhiran daftar pemilih tetap (DPT). Pleno menuai sejumlah kritik.
Selain Ketua Panwas Kota Jambi, Ari Juniarman, Pimpinan Panwas Kota Jambi, Fachrul Rozi menilai ada yang tidak wajar dalam penurunan jumlah pemilih yang jumlahnya signifikan.
Pimpinan panwaslu kota Jambi Fachrul Rozi mengatakan ada perbedaan data versi Panwaslu dan KPU.
Dia mempertanyakan soal DPT yang berkurang banyak dari DPT pemilihan gubernur lalu. Selain itu dia juga meminta jawaban soal jumlah TPS yang bertambah namun daftar pemilih yang berkurang.
Fachrul Rozi mengatakan berdasarkan DPT Pilgub di kota Jambi yakni terakhir yakni 411 033 sementara TPS sebanyak 982. Sementara saat ini TPS 1.103 ini jumlahnya bertambah namun Jumlah daftar pemilih yang akan ditetapkan 384.203.
" Kayaknya ada kesalahan disini," ujar Fachrul Rozi.
Dia mengatakan ada beberapa daftar inventaris masalah temuan pasca uji petik. Pertama adanya dugaan kelalaian dari Petugas panitia pemutakhiran data pemilih ( PPDP)
" PPDP tidak profesional karena katanya orang meninggal ternyata tidak ada dan tidak dikenal itu salah,"ujarnya.
Dia mengatakan saat uji petik di pal merah ada warga yang tak dikenal padahal pindah domisili tapi ditulis tidak dikenal, lalu pihaknya menemukan orang meninggal ternyata tidak meninggal.
"Artinya ada ketidak profesional PPDP yang tidak turun ke lapangan," katanya.
Lalu warga yanb tidak masuk daftar pemilih tapi sudah dicoklit tapi tidak dicoklit.(sm)
Pleno DPT, Tim Sani-Izi Pertanyakan Soal TPS Bertambah, Pemilih Berkurang
Kritik KPU di Pleno DPT, Panwas: Haram Hukumnya Ketika Orang Punya Hak Pilih Tapi Tak Diakomodir
Pencairan Anggaran Panwas Kerinci Tersendat, KOPI PEDE: Stop Ego Sektoral, Wujudkan Pemilu Beradab
Masyarakat Semerap Ramai-Ramai Datangi Kediaman Zainal Abidin
Adirozal Blusukan ke Pasar Bedeng Delapan, Warga Sampaikan Terima kasih.
Pangkas Birokrasi, RSUD Raden Mattaher Siapkan Layanan Uronefro Terpadu Pasien Gagal Ginjal



