Yuk Ngaji! (Menuntut Ilmu Agama Islam)



Kamis, 25 Juni 2020 - 12:02:34 WIB



Oleh: Mayang Dwi Astanti*

 

Sering kali kita beranggapan, bahwa pelajaran agama 2 jam seminggu yang telah kita dapatkan di sekolah dulu, sudah mencukupi. Atau belajar baca Al-Qur'an di tempat mengaji sudah mencukupi.

Yang penting aku sudah pernah belajar agama, mungkin pikiran itu pernah ada di dalam benak kita.

Namun, mari kita pikirkan, pernahkah kita berkeinginan untuk mengetahui, apa sih arti dari doa yang sering kupanjatkan? Apa sih arti dari bacaan yang sering aku ucapkan dalam Shalat? Apa sih arti dan makna bacaan Al Fatihah yang dalam sehari bisa dibaca berulang-ulang? Kenapa kita harus menjalankan ibadah kepada Allah? Apa sebatas menunaikan kewajiban saja?

Kebanyakan kita berpikir, "jadi Islam yang biasa-biasa saja, jangan berlebihan". Sehingga membuat penulis berpikir, bagaimana sebenarnya Islam yang "biasa-biasa saja" itu?

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, orang yang bahkan telah dijamin surga, telah dijamin akan diampuni dosanya yang lalu dan yang akan datang kala itu, tetap semangat mengerjakan amalan-amalan shalih. Sampai-sampai kakinya berbekas karena lamanya beliau melaksanakan shalat malam.

Kita, yang sehat walafiat, yang mungkin hanya kekurangan uang di kantong saja malas menambah amalan. Syukur-syukur shalat wajib 5 waktu terlaksana. Astaghfirullah wa atuubu ilaih.

Saya mengajak diri saya sendiri, dan para pembaca yang semoga Allah merahmati kalian, untuk memerhatikan kembali, Pendidikan Islam pada diri kita sendiri yang ngakunya Islam, yang Kartu Identitasnya nyantol kata Islam.

Pembaca rahimahullah, sungguh, penulis sendiri, melihat ke masa lalu saat-saat sekolah, merasakan Kurangnya pendidikan Agama Islam untuk dari sekolah. Pendidikan Agama di sekolah membahas poin poin awalnya saja. Ditambah 2 jam seminggu dan belum tentu guru PAI selalu datang. Alhamdulillah jika kita merupakan salah satu santri di Ma'had atau sekolah keislaman sejak kecil. Pendidikan agama sangat dalam dipelajari disana.

Lantas, bagi kita yang SD, SMP, SMA Umum, yang ngaji hanya ketika kecil sampai khatam sekali, bagaimana?

Perlu diperhatikan. Karena masuk surga tidak hanya dengan mengaku "saya muslim".

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At-Tahrim: 6)

Yang mana Ali bin Abu Thalib radhiallahu ‘anhu berkata (tentang ayat ini): “(Yaitu) Ajarkanlah kepada keluarga kalian ilmu dan adab.”

Bagaimana caranya? Berarti kita harus mempelajarinya terlebih dahulu. Pelajari agama Allah, pelajari adab-adab, pelajari tauhid, pelajari Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah.

Ketika disebutkan nikmat yang diperoleh penduduk surga, Allah Subhanahu wa ta'ala melanjutkan:

“Untuk (kemenangan) serupa ini, hendaklah beramal orang-orang yang mampu beramal.” (ash-Shaffat: 61)

Ribet ya? Banyak banget yang harus dikerjakan. Iya. Karena untuk bersantai-santai di dalam surga, mendapati ribuan kenikmatan yang disebutkan dalam Al-Qur'an, tiket masuknya sungguh mahal. Dibayar dengan iman dan takwa, serta amalan semasa di dunia.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

“Barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.” (an-Nisa: 13)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Seluruh umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan.” Mereka (para sahabat) berkata, “Siapakah yang enggan, wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang menaatiku, maka dia akan masuk surga. Barang siapa bermaksiat kepadaku (menentangku), sungguh ia telah enggan (masuk surga).” (HR. al-Bukhari, dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu).

Di antara amalan terbesar yang mengantarkan seseorang kepada negeri kedamaian adalah menuntut ilmu yang bermanfaat, yaitu mempelajari Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam, serta mengamalkan isi kandungannya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya, dengan itu (menuntut ilmu), jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

(dikutip dari https://asysyariah.com/jalan-menuju-surga/)

Dengan ilmu, kita mampu mengetahui mana yang benar dan yang salah. Dengan ilmu, kita mampu beramal berlandaskan dalil, bukan sekedar ikut-ikutan. Dengan ilmu, kita mampu meraih derajat tertinggi di sisi Allah. Dengan ilmu, kita menjadi "Muslim yang luar biasa", bukan "Muslim yang biasa-biasa saja". Dengan Ilmu, semoga Allah selamatkan kita dan keluarga kita dari menjadi bahan bakar api neraka.

Yuk ngaji!

Nas’alullaaha assalamah wal afiah, kita memohon kepada Allah keselamatan dan kebaikan.


Penulis adalah: Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi



Artikel Rekomendasi