OPINI: Vaksinasi Massal Covid 19, Upaya Percepatan Di Persimpangan



Rabu, 10 Februari 2021 - 07:33:12 WIB



Oleh DR Noviardi Ferzi SE MM

Situasinya cukup mendesak, program vaksinasi seolah kalah cepat dengan penyebaran virus covid 19. Tak ayal kondisi ini membuat berbagai kalangan mendesak percepatan pengadaan vaksin demi mengejar waktu agar virus tidak semakin meluas sehingga bisa menimbulkan dampak yang lebih mengkhawatirkan. 

Namun cerita percepatan seolah terhambat di banyak persimpangan yang penuh kemacetan, semua ingin cepat namun kondisi lalu lintas begitu padat.

Upaya percepatan vaksinasi Covid 19 harus di akui penuh birokrasi, disinformasi yang memenuhi ruang publik, belum lagi aturan dan hal teknis yang cukup menyulitkan. Bagi pemerintah semuanya harus disiapkan mulai dari pengadaan vaksin, data penerima, vaksinator, rumah sakit hingga kondisi medis orang yang mau di vaksin dan berbagai macam lainnya, yang jika di daftar akan menghasilkan list yang panjang, pokoknya banyak sekali persimpangan yang membuat proses ini terkendala.

Keruwetan ini belum termasuk standar keamanan dari vaksin yang diberikan, agar vaksin yang diberikan ke masyarakat aman serta efektif, proses percepatan harus tetap mengacu pada proses-proses yang benar dan terbukti secara ilmiah, sesuai standar dari WHO (World Health Organization) dan uji klinis yang berlaku secara internasional. 

Kebutuhan vaksin dalam proses vaksinasi dipastikan akan mencapai ratusan juta, dan ketika pengadaan selesai, tentu saja membutuhkan kapasitas Cold storage yang memadai, dimana vaksin harus disimpan dengan suhu dibawah nol derajat. Bersyukur ternyata 90 persen fasilitas kesehatan yang kita miliki sudah memenuhi standar WHO, jika tidak masalahnya akan bertambah runyam, ujung - ujungnya percepatan makin macet di perempatan lagi.

Upaya percepatan vaksinasi Covid 19 ini sebenarnya sudah mulai diresahkan banyak pihak, seperti Presiden Jokowi Widodo yang secara terang-terangan meminta ada perbaikan manajemen lapangan terhadap upaya vaksinasi ini. Suatu permintaan yang tegas dari seorang presiden kepada jajarannya.

Namun inti dari persoalan percepatan sebenarnya ada pada tahap pengadaan vaksin, ini satu tantangan besar memang.

Sampai sekarang, kita sudah dapat 1,2 juta vaksin kemudian menyusul 1,8 juta sehingga kita sudah punya 3 juta di tangan.

Yang sudah siap dipakai untuk nakes dari Sinovac, dan ini sudah tinggal di lakukan vaksinasi pada masyarakat. Selain itu kita punya juga bulk (bahan mentah).

Bulk yang dibuat oleh Biofarma, dan bulan depan 15 juta selesai. Memang targetnya sekitar 122 juta dalam waktu satu tahun, sehingga kalau dijumlah kita punya persediaan 125 juta, itu untuk pengadaan yang sudah di depan mata, sudah dipegang tangan kita.

Sedangkan vaksin-vaksin lain belum ada yang masuk, baru ada rencana Pfizer, Astrazeneca, tetapi kenyataannya kita belum punya, jadi ini juga jadi suatu tantangan besar. Sedemikian besar hingga untuk membeli vaksin saja lebih dari 1000 triliun diperlukan.

Sehingga pengadaan tidak boleh terlambat supaya time line vaksinasi tercapai pada waktu yang kita rencanakan. Jangan sampai pengadaan ini melambat di perempatan jalan, yang harus membuat kita menunggu 3 atau 4 kali lampu hijau untuk sekedar bisa maju mencapai Herd Immunity. Semoga, kita percaya pemerintah bekerja.

 




Artikel Rekomendasi