OPINI: Bisnis Review, Bisnis Logistik di Tahun Kedua Pandemi



Jumat, 12 Februari 2021 - 10:09:45 WIB



Oleh : Dr. Noviardi Ferzi, SE.MM

Pandemi Covid-19 yang telah memasuki tahun kedua, sangat memukul sektor logistik dan transportasi. Pasalnya, selama pandemi Covid-19, bisnis angkutan logistik mengalami penurunan hingga 60 persen.

Jasa pengiriman ekspres menghadapi tiga tantangan utama saat pandemi virus corona dan pasca pandemi. Ketiga tantangan tersebut yakni biaya SDM, likuiditas perusahaan, dan kepastian operasional.

Secara operasional dampak virus Corona ini bisa dibedakan menjadi tiga jenis yakni perusahaan yang masih beroperasi dengan kondisi normal karena memiliki tipe basis pelanggannya ritel dan terlibat perdagangan online, Kedua, perusahaan yang turunkan volume produksi kiriman karena fokus kiriman internasional atau kiriman antar negara atau bisnis ke bisnis (B to B), dan terakhir usaha yang perusahaan terganggu arus kasnya.

Karena secara Finansial semua perusahaan sudah alami gangguan cash flow, hanya saja kadar gangguannya berbeda-beda. Gangguan cash flow serius ini akan berdampak fatal, kalau tidak ada penurunan Covid-19 dalam semester pertama 2021.

Apalagi sektor jasa pengiriman ekspres memiliki tantangan yang terkait biaya SDM. Pasalnya, industri ini termasuk sektor padat karya, dimana pengiriman barang fisik tak bisa digantikan teknologi, sehingga perlu meningkatkan kinerja SDM.

Bagi perusahaan yang volume pengirimannya masih stabil tantangannya meningkatkan semangat SDM, sementara perusahaan yang volumenya turun tajam perlu meminta pengertian tinggi dari SDM-nya yang bahkan beberapa sudah meliburkan karyawannya.

Tantangan kedua yakni likuiditas perusahaan. Hal ini dialami hampir semua perusahaan karena kewajiban biaya tetap dan variabel yang tetap karena adanya kontrak kredit, sehingga perlu nafas cash flow yang lebih dalam.

Terakhir tantangan ketiga yakni kelancaran operasional karena kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) baik yang resmi maupun tak resmi mengganggu ke kecepatan pengiriman barang sehingga berimplikasi ke biaya bertambah.

Sehingga saat ini pemerintah dan pelaku usaha logistik harus mengkaji strategi pemulihan logistik saat masa pandemi Covid-19, dengan melakukan penyesuaian dan merumuskan bentuk strategi baru di era transisi menuju adaptasi baru, dengan dukungan kebijakan dari regulator dapat mendorong sektor usaha jasa angkutan barang atau logistik beroperasi meski di masa pendemi.

Baiknya Pandemi Covid 19 ini memberikan kesadaran kita untuk melakukan akselerasi untuk sistem transportasi di masa depan. Penerapan smart mobility and logistic dan automated and autonomous vehicle yang terintegrasi dengan sistem cerdas akan berdampak pada sistem transportasi jangka panjang.

Salah satu caranya dengan mengoptimalkan layanan kereta api dalam mewujudkan kecepatan dan ketepatan distribusi komoditi kesehatan di masa pandemi. Sementara pada pasca pandemi kereta api berperan sebagai penyedia jasa layanan angkutan barang untuk komoditi kesehatan, pangan, dan sandang. .

Saat ini perkeretaapian memiliki peluang perluasan produk layanan angkutan barang untuk logistik komoditi kemanusiaan pasca pandemi melalui kebijakan extending. “Kecepatan dan ketepatan distribusi logistik kemanusiaan merupakan hal yang penting selama masa pandemi.

Kesiapan sistem distribusi logistik kemanusiaan yang matang melalui dukungan peran perkeretaapian, untuk percepatan distribusi logistik dan peluang usaha baru melalui moda perkereta apian. Tentu saja ini hanya salah satu alternatif di antara sekian banyak kemungkinan. Sembari itu kita terus berharap Pendemi ini segera berlalu. Salam.





Artikel Rekomendasi