Produktif di Kala Rebahan, Mengapa Tidak ?



Kamis, 18 Februari 2021 - 09:39:01 WIB



 Oleh: Siti Aisyah

 

Kaum milenial sekarang sudah tidak asing lagi dengan istilah rebahan. Rebahan acap kali diistilahkan pada sebuah kegiatan bersantai atau merebahkan diri di atas tempat tidur. Rebahan ini sebetulnya merupakan kegiatan sehari-hari yang wajib dilakukan sebagai penghilang penat setelah beraktivitas seharian. Banyak yang dapat dirasakan kalau melakukan aktivitas rebahan ini, seperti menenangkan jiwa dan pikiran, meredakan kecemasan, mengurangi tekanan darah tinggi, dan meningkatkan kecerdasan emosional. Namun, semua itu akan didapat kalau aktivitas rebahan yang dilakukan tidak berlebihan.

Abad-21 ini dikenal dengan istilah era 4.0 atau zamannya teknologi. Zaman dimana pekerjaan atau aktivitas manusia kebanyakan dibantu oleh teknologi. Semua itu membuat waktu untuk rebahan berlangsung lebih lama. Jika terlalu lama rebahan juga tidak diperkenankan karena banyak dampak buruknya seperti berisiko tinggi terkena penyakit obesitas, tubuh kurang bertenaga, kurang bersosialisasi, dan melemahkan kecerdasan otak. Belum lagi jika rebahannya sambil memainkan gawai hanya sekadar membuka media sosial ataupun menonton film. Hal itu dapat mempercepat perabunan mata dan menghabiskan uang untuk membeli kuota internet. Wabah virus Corona yang mengharuskan masyarakat untuk tetap di rumah, membuat aktivitas rebahan semakin meningkat.

Lalu, bagaimana agar kita tetap bisa rebahan namun bermanfaat (produktuf) ?

Segala hal itu apabila disikapi dengan bijak maka akan memperoleh manfaat, termasuk rebahan. Hal pertama yang harus kita lakukan adalah merubah pola fikir kita yang awalnya melakukan rebahan untuk istirahat menjadi rebahan sebagai waktu istirahat untuk menambah pengetahuan. Menurut pandangan prikologi, pikiran itu dapat mempengaruhi aktivitas. Jadi, sangat penting merubah pola pikir agar aktivitas yang dilakukan sesuai dengan apa yang diperintahkan (otak).

Kita harus pandai dalam memanfaatkan keadaan. Harus pandai melihat peluang. Walau aktivitas terhambat, namun teknologi tidak terbatas. Salah satunya melalui gawai. Hampir semua dapat diakses menggunakan gawai. Sudah tidak teehitung banyaknya orang yang berpenghasilan dari gawai, entah itu membuka toko online ataupun bisnis lainnya.

Dalam melihat peluang, kita bisa memulainya dengan memilih apa yang sesuai dengan kebutuhanmu saat ini. Contohnya apabila kita seorang pelajar maka waktu rebahan bisa dimanfaatkan untuk mencari dan mengulang materi pembelajaran. Bisa juga mencari lomba-lomba yang sekiranya dapat kita ikuti. Lalu, apabila kita seorang yang ingin mencari pekerjaan bisa cari lowongan pekerjaan di media sosial ataupun mencoba berjualan online, mencari tips dan trik berjualan online, dan sebagainya.

Selanjutnya, kita dapat mengatur waktu rebahan kita. Belajar cara memanajemen waktu dengan baik agar menjadi manusia yang produktif. Dan yang terakhir yaitu kurang-kurangi buka media sosial kalau niatnya hanya untuk melihat media sosial orang lain.

Zaman semakin maju, mulailah berubah untuk menjadi manusia bermanfaat. Salah satunya dengan memanfaatkan aktivitas rebahan menjadi lebih produktif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Artikel Rekomendasi