Oleh : Roni Apriadi

Sebuah tugu yang hingga saat ini masih berdiri kokoh di sebuah Kelurahan di Jambi. Tepatnya di Kelurahan Durian Luncuk, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Tugu yang sering disebut sebagai tugu Juang ini, menjadi saksi bisu dari sebuah pertempuran di era tahun 1949. Dimana pada saat itu, terjadi sebuah pertempuran secara membabi buta antara pasukan Belanda dan pasukan STD (Sub Teritorium Djambi) yang dimana Kolonel Abunjani sebagai komandan.
Sebuah peristiwa yang sangat dasyat pada saat itu. Pertempuran ini mulai terjadi pada 29 Desember 1948 yang diawali oleh pasukan Belanda yang menembaki beberapa tempat di Bangko seperti, jembatan Merangin, kantor pekerjaan umum, dan kendaraan-kendaraan yang lewat menuju sungai Manau.
Penembakan yang terus-menerus dilakukn oleh pasukan Belanda ini ternyata mengundang kemarahan dari Komandan STD Kolonel Abunjani. Pada saat itu juga ia memerintahkan kepala Staf Mayor Brori Masyur untuk mengumpulkan semua perwira yang berada di Bangko. Pengumpulan tersebut guna membahas mengenai serangan balik terhadap Pasukan Belanda.
Berbagai persiapan untuk melakukan penyerangan pun mulai dilakukan, mulai dari persenjataan. Semua perwira yang ikut ambil bagian dalam pertempuran ini pun mulai bergerak ke Sarolangun, Pauh dan Mandiangin. Kelompok terakhir yang berangkat adalah komandan dengan menggunakan sebuah perahu menelusuri Sei Merangin untuk menuju ke Mandiangin.
Adapun kelompok terakhir yang berangkat terdiri dari Kolonel Abunjani sebagai komandan, Mayor Brori Mansyur sebagai kepala staf, sersan Mayor Cadet R. Suhur sebagai ajudan, Datuk Panglima Putih, Mayor Jepang Suroto, seorang Suku Anak Dalam (SAD) sebagai penunjuk jalan, dan dua orang yang bertugas mengayuh perahu. Di Mandiangin mereka berdiam di rumah Pasirah H. Arsyad yang terletak di seberang dusun Mandiangin.
Beberapa hari beristirahat dan menyiapkan pasukan dengan matang, pertengahan Februari 1949 seluruh rombongan Komandan STD mulai melakukan pergerakan menuju dusun Durian Luncuk. Pergerakan yang dilakukan dengan melalui jalur hutan sebagai pilihan agar tidak dicurigai musuh.
Setelah melalui perjalanan yang jauh sampailah rombongan di sebuah jalan raya, tepatnya di dusun Jelutih. Walaupun perjalanan masih jauh dan masih banyak waktu penyerangan tersisa, pasukan diistirahatkan guna mengembalikan kondisi semua pasukan. Setelah istirahat, pasukan per pasukan mulai bergerak maju dalam kondisi malam yang gelap. Pergerakan didahului oleh dua orang pengintai, yaitu Mayor Jepang Suroto dan Sersan Mayor Cadet R. Suhur. Sebuah rumah Pasirah Sarbaini di pendakian bukit menjadi tempat berkumpul pasukan sebelum melakukan penyerangan.
Komandan STD Kolonel Abunjani yang pada saat itu didampingi oleh kepala staf Mayor Brori Mansyur melalui penghubung (ordenans) mengumpulkan semua komandan pasukan untuk bersiap melakukan penyerangan di kedudukan Belanda tepatnya di Pasar Durian Luncuk. Setelah dilakukan sasaran penyerangan dan menyocokkan jam, komandan pasukan masing-masing membawa pasukannya dengan sangat berhati-hati untuk menuju ke tempat yang ditentukan. Tepat pukul 03.30 pada tanggal 18 Februari 1949 penyerangan pun dilakukan. Dalam penyerangan ini ada banyak korban yang timbul dari pihak Belanda dan dari pihak republik hanya satu orang, yaitu seorang penunjuk jalan.
Setelah kejadian itu, maka dibangunlah sebuah tugu untuk memperingati dan mengenang peristiwa sekaligus perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Jambi terhadap pasukan Belanda. Tugu yang dibangun di Kelurahan Durian Luncuk, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi ini disebut sebagai tugu Juang yang hingga saat ini masih berdiri kokoh.
Sumber : Kajanglako.com
Penulis adalah: Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Jambi
Mengenal Jenis Tanaman Hias yang Menjadi Hobi Baru Masyarakat Masa Pandemi
Beban Berat KPU dan Partai Politik Pasca Upnormalisasi Pilkada
Peran Lembaga ZIS Menopang Ekonomi Umat di Tengah Pandemi Covid-19
OPINI: Bisnis Review, Bisnis Logistik di Tahun Kedua Pandemi
OPINI: Vaksinasi Massal Covid 19, Upaya Percepatan Di Persimpangan
Upacara Tabur Bunga di TMP Satria Bhakti Jambi Warnai Peringatan Hari Pengayoman Ke-81



