Oleh: Zhakia Drajat
Pandemi COVID-19 telah berlangsung sejak awal tahun 2020. Pemerintah telah melakukan beragam upaya dalam mencegah penyebaran virus ini. Beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah antara lain Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Kebijakan tersebut mendorong masyarakat untuk menyesuaikan perilaku sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Selain itu, pandemi COVID-19 telah merubah tatanan kehidupan masyarakat, dimana aspek kehidupan masyarakat berubah secara cepat.
Situasi tersebut dimanfaatkan oleh penyedia layanan untuk mengembangkan bisnis mereka melalui e-commerce yang salah satu bentuknya adalah online shop atau belanja online. Berbagai inovasi dilakukan oleh penyedia barang maupun jasa untuk mempromosikan sekaligus menggencarkan produk melalui media sosial yang diyakini memiliki pengaruh besar dalam pemasaran produk.
E-commerce sebenarnya sudah mampu menarik banyak konsumen di Indonesia bahkan sebelum terjadinya wabah Covid-19. E-commerce juga merupakan salah satu pendorong utama yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara mencapai $40 miliar pada tahun 2019 dan diprediksi meningkat hingga $130 miliar pada tahun 2025.
Besarnya potensi bisnis online mencerminkan daya tahan sektor tersebut di tengah pandemi. Lebih lagi, data terakhir dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan, jumlah pengguna internet di Indonesia telah menembus 171 juta orang.
Tetapi dengan adanya pandemi ini tentu banyak sekali orang-orang yang harus memutar kepala untuk menambah pendapatan mereka. Banyak sekali mereka yang memutuskan untuk berjualan di olshop demi memenuhi kebutuhan selama pandemi ini.
Salah satunya seperti yang tengah dijalani Indah Diah Pebrila , seorang mahasiswi yang sedang berbisnis online shop. Indah Diah Pebrila seorang mahasiswi jurusan Agribisnis Universitas Jambi ini mengaku bahwa sebelum Pandemi pendapatan olshopnya lumayan besar tetapi setelah adanya pandemi ini pendapatannya berkurang karena sudah banyak teman-teman yang berjualan di online shop juga.
"Selama pandemi ini pendapatan dari olshop saya berkurang karna aktifitas kita selama pandemi ini sangat dibatasi,dan itu yang membuat teman-teman banyak berjualan di olshop juga" ujarnya.
Indah juga berharap semoga kedepannya pandemi ini cepat berlangsung dan olshop yang ia jalani saat ini banyak dikenal orang sehingga dapat memperluas jaringan dan banyak yang order.
" saya berharap kedepannya pandemi ini cepat berlangsung sehingga saya dapat berjualan olshop dengan keuntungan seperti sedia kala dan juga dapat memperluas jaringan agar banyak yang order kepada saya"Tukas Indah.
Penulisadalah: Mahasiswi PBSI Universitas Jambi
OPINI: Diskusi Grup Whatsapp Potensi PSU Pilgub Jambi Menghangat
Mengenal Jenis Tanaman Hias yang Menjadi Hobi Baru Masyarakat Masa Pandemi
Beban Berat KPU dan Partai Politik Pasca Upnormalisasi Pilkada
Kejar Target RKT RB Triwulan II, Kemenkum Jambi Matangkan Data Dukung Lewat Entry Meeting


