Oleh : Dr. Noviardi Ferzi, SE.MM
Antusiasme masyarakat lumayan besar, dari kota hingga ke desa ibu - ibu dan anak muda memasang screenshot di status WhatsApp nya masing-masing tentang income yang mereka peroleh, Tentu tampilan layar tangkapan gambar dibumbui dengan kata - kata penuh syukur berbau promosi untuk ikut berinvestasi.
Tentang aplikasi Share and Results (SR) sempat dianggap sumber baru ekonomi masyarakat yang rata - rata sedang sulit menghasilkan uang. Sempat trending, karena menjanjikan penghasilan yang lumayan ketika mau bergabung dan menggunakan aplikasi tersebut.
Untuk mendapatkan uang di aplikasi Share Results, seseorang hanya perlu menyelesaikan tugas yang sangat mudah bisa dimana dan kapan saja, cukup memberikan like pada postingan Facebook, Youtube, Instagram, dan TikTok yang diberikan oleh Share Results untuk mendapatkan komisi.
Tidak hanya itu, kita juga bisa mendapatkan tambahan komisi dengan cara merekrut teman Anda untuk menggunakan aplikasi Share Results. Di aplikasi Share Results ini terdapat level akun yang bisa ditingkatkan dengan deposit atau top up. Ada akun level terendah yang gratis, namun hanya akan mendapatkan komisi yang kecil. Pokoknya meminjam istilah teman sekali like and subscribe dapat 3000 rupiah bahkan lebih, sungguh cara mencari uang yang menyenangkan.
Namun cerita indah tersebut mulai menjadi penyesalan, ketika mulai banyak pengguna Share Results yang mengalami pembekuan akun sampai tidak dapat melakukan penarikan dana. Sampai hari ini, aplikasi tersebut tidak bisa diakses tepatnya sejak tanggal 14 Februari 2021 lalu dan sudah berhasil mengelabuhi ribuan korban.
Keinginan orang-orang untuk dapat uang dengan mudah dengan kerjaan yang gampang menjadi lahan subur dimanfaatkan para pelaku, dikelabui dan ditipu oleh orang-orang yang suka bermain Ponzi.
Dengan iming-iming investasi agar bisa mendapatkan tugas yang banyak dan juga dengan bayaran yang lebih besar, orang-orang akan tergiur untuk melakukan deposit dalam jumlah yang besar.
Dan jika sudah banyak yang mendaftar, uang tersebut akan terus diputar dair member baru dan mengalir ke member lama yang sudah duluan gabung. Begitu terus sampai akhirnya tidak ada lagi yang daftar maka mereka akan tutup.
Sistem Ponzi yang mengerikan hanya akan menguntungkan member yang bergabung duluan saja, dan akan merugikan member yang baru bergabung saat aplikasi akan sudah tutup dan krisis. Jadi uang bukan dari perusahaan, melainkan uang member baru yang dibayarkan kepada member lama.
Jadi sebenarnya sistem kerja SR ini seperti nonton video iklan, like, komen dan follow itu hanya kedok saja. Meskipun kalian lakukan tugas asal-asalan saja pasti dapat duit, misalnya jika disuruh upload screenshot tugas, upload saja gambar sembarang pasti di approve.
Maka dari itulah sangat penting untuk memilih aplikasi penghasil uang yang sudah terdaftar di OJK dan memang memiliki alamat kantor yang jelas. Jangan gampang percaya dengan iming-iming cepat kaya sampai masyarakat harus menggadaikan harta benda.
Disinilah pentingnya edukasi tentang bisnis dan investasi, yang membuat kita tidak mudah tergiur tawaran investasi bodong atau pekerjaan yang menghasilkan uang dengan mudah.
Salah satunya dengan metode dua L, Logis dan Legal. Kalau ada penawaran trading forex (foreign exchange) atau sesuatu yang harus kita menyetorkan uang sebagai syaratnya, tanyakan dulu izinnya dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), dalam kasus SR ini tentu izin seperti itu tidak akan ada.
Kemudian perhatikan aspek Logis dari tawaran yang diberikan oleh penyedia jasa investasi tersebut. Jika tawaran yang diberikan tidak logis, bisa dipastikan platform investasi tersebut memiliki modus penipuan atau bodong, misal dari sisi bunga, rata rata berikan penawaran tinggi satu persen per hari paling minimal, kita harus berfikir, apalagi sekali jari menekan dibayar 3000 rupiah. Karena pelajaran dasar investasi adalah kehati - hatian, dan yakinlah tidak ada kekayaan yang yang diperoleh dengan cara mudah, apalagi sampai ditawarkan ke siapa saja, karena dalam ekonomi itu jika untung pasti berusaha untuk dikuasai sendiri. Wasalam.
Penulis adalah: Pemerhati Bisnis / Dosen STIE JAMBI
OPINI: Diskusi Grup Whatsapp Potensi PSU Pilgub Jambi Menghangat
Kejar Target RKT RB Triwulan II, Kemenkum Jambi Matangkan Data Dukung Lewat Entry Meeting


