Oleh: Ayu Gusniasari*
Saat ini sering kita mendengar dan melihat berita yang menyangkut kekerasaan, terutama kekerasan terhadap perempuan. Di Indonesai angka kekrasan terhadap perempuan terbilang cukup tinggi. Bahkan setiap hari kita bisa mendengar dan melihat tindak kekerasan yang dialami perempuan melalui media masa, baik dari televisi, koran majalah, internet dan sebagainya.
Kekerasan terhdapat perempuan bukan hanya terjadi didalam rumah tangga, akan tetapi terjadi juga pada pasangan muda yang belum sah mejadi suami istri (pacaran). Menurut Komnas Perlindungan Perempuan angka kekerasan terhadap perempuan semakin meningkat tiap tahunnya. Pada tahun 2016 ini saja sudah tercatat 321.752 jenis kekerasan terhadap perempuan. Angaka tersebut berdasarkan dari kasus yang sudah diterima dan diolah oleh Komnas Perempuan.
Perempuan sering sekali dijadikan sebagai tempat pelampiasan oleh laki-laki. Bukan hanya di Indonesia, melainkan di seluruh dunia perempuanlah yang paling banyak tertindas oleh laki-laki. meskipun sekarang ini sudah ada hukum yang mengatur tentang perlindungan perempuan, tapi tindak kekerasan terhadap perempuan selalu saja tinggi dan belum bisa sepenuhnya teratasi baik oleh pemerintah maupun masyarakat.
Kekerasan terhadap perempuan ini terjadi karena laki-laki sering kali menganggap dirinyalah yang paling kuat dan perempuan itu lemah, dan juga perempuan sering kali dianggap sebagai pemuas nafsu laki-laki, paradigma-paradigma seperti inilah yang harus kita hapuskan.
Harapan saya Kepada seluruh kopri kita sebagai kaum perempuan seharusnya kita sama2 merangkul dan melindungi sesama perempuan agar dapat menghilangkan atau menguranggi tingkat kejahatan yang di lakukan kepada seluruh perempuan yang ada di dunia ini. bukan saling menjatuhkan sesama perempuan, banyak perempuan yang diluar yang mungkin mental dan fisik nya sudah terganggu, kader kopri harus mencari solusi bahkan memulihkan mental tersebut, agar perempuan2 yang ada di dunia ini dapat bangkit kembali, dapat berdikari menjadi perempuan sukses seperti layaknya seorang laki-laki.
disinilah saat nya kader kopri berperan dalam mengubah paradigma-paradigma laki-laki.(*)
Penulis : Kader kopri Komisariat UIN STS Jambi, Cabang kota jambi*
Tahun Baru 2022 di Tengah Kenaikan Harga Energi BBM, LPG dan Listrik
Kaleidoskop 2021 diwarnai Kekerasan pada Anak, hanya Sistem Islam yang mampu Melindungi dan Menjaga
Kejati Jambi Sembelih 14 Hewan Kurban, Daging Langsung di Distribusi ke Masyarakat



