Mengenal Pemilik Kantin Kejujuran di Kantor DPRD



Rabu, 15 Juni 2022 - 15:49:48 WIB



Pemilik Kantin Kejujuran Saat Menyusun Kue-kue Kotak di Kantor DPRD Provinsi Jambi, Rabu (15/6/2022).
Pemilik Kantin Kejujuran Saat Menyusun Kue-kue Kotak di Kantor DPRD Provinsi Jambi, Rabu (15/6/2022).

JAMBERITA.COM - Hampir di setiap harinya, terlihat beragam kue kotak yang sudah tersusun rapi di teras depan Ruangan Tata Usaha (TU) Kantor DPRD Provinsi Jambi dan banyak orang yang tidak tahu siapa pemilik nya.

Selain tersusun rapi, kue kue hasil olahan rumah tangga itu pun tampak memikat, karena beragam jenisnya. Ada mak suba, ada brownies kukus berwarna coklat, kemudian ada lontong, nasi gemuk bahkan makanan ringan keripik.

Kue kotak tersebut diletak diatas teras, hanya beralaskan keranjang yang sengaja dibuka oleh pemiliknya agar dapat dilihat oleh sebagian orang-orang yang berlalu lalang disekitar sana. Disebelah keranjang, cuma ada hanya helm dari pemilik kue tersebut.

Ternyata, kue kue kotak itu merupakan dagangan atau usaha dari Jasmizal (49) tahun. Jasmizal biasa disebut dengan Ijal kue, pemilik kantin kejujuran. Karena setiap orang yang ingin membeli Ijal pun kadang tidak ada disana.

"Saya berdagang kurang lebih 10 tahun disini, kadang antar ke BKD, kadang ke rumah sakit," katanya saat dijumpai jamberita.com, Rabu (15/6/2022).

Ijal yang sehari-hari nya meletakkan kue di selasar depan ruang TU DPRD itu kadang tidak terlihat disana yang tidak sedikit pembeli pun bertanya tanya harus bayar kemana sehingga dagangannya yang sudah tersusun rapi itu disebut sebagian orang kantin kejujuran.

"Jam 07-08 WIB, pagi saya di sekolah, baru kesini. Sudah saya susun kue-kue saya, kadang saya tinggal. Jadi disebut orang kantin kejujuran, karena saya kadang tidak ada, itu lagi antar pesanan," ungkapnya.

Ijal pun mengaku, kue yang selalu Ia bawa tersebut merupakan titipan orang untuk dijual. Setiap pagi dari rumah membawa kue ke Sekolah Alfalah, lalu selesai disana baru Ia menuju ke belakang kantor DPRD Provinsi Jambi.

Ijal pun mengatakan tidak mengkhawatirkan apabila ada yang mengambil kue nya itu tidak membayar."Biasanya saya pulang lagi kesini ada yang bayar langsung, kadang ada yang dititip ke orang TU, jadi orang TU bilang. Bang ini ada titipan orang beli ini, beli itu," tuturnya menirukan orang yang menyampaikan uang dari hasil dagangannya.(afm)





Artikel Rekomendasi