Bukan Hanya Wamendagri, Rektor UNJA Prof Helmi Malah 'Diserbu' Mahasiswa



Rabu, 15 April 2026 - 15:15:58 WIB



Foto : Rektor UNJA Prof Helmi.
Foto : Rektor UNJA Prof Helmi.

JAMBERITA.COM - Suasana Kampus Pinang Masak Universitas Jambi (UNJA) mendadak riuh pada Rabu (15/4/2026). Kehadiran Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya dalam agenda bedah buku "Babad Alas" sukses menyedot perhatian ratusan mahasiswa Fisipol. Namun, ada pemandangan menarik sesaat setelah sang Wamen bertolak meninggalkan lokasi.

Bukan hanya sang tokoh nasional yang menjadi pusat perhatian, sosok Rektor UNJA, Prof. Helmi, ternyata juga menjadi "sasaran" antusiasme mahasiswa. Jika biasanya figur Rektor terkesan formal dan kaku, Prof. Helmi justru menunjukkan sisi humanis yang luar biasa. Usai diskusi berakhir, ia tampak dikerumuni mahasiswa yang berebut ingin berswafoto (selfie).

Melihat semangat para mahasiswanya, Prof. Helmi tidak menghindar. Dengan gaya khasnya yang ramah dan menggunakan dialek lokal, ia menyambut ajakan tersebut dengan tangan terbuka.

"Oya, foto Pak Rektor jugo yo? Payo!" selorohnya sembari tertawa dan mengikuti berbagai gaya pose kekinian yang diminta oleh para mahasiswa. Momen ini menciptakan suasana akrab dan mencairkan sekat antara pimpinan universitas dengan anak didiknya.

Di balik keriuhan tersebut, Prof. Helmi menyampaikan pesan penting bagi kemajuan akademik di UNJA. Ia mengapresiasi kehadiran Bima Arya yang telah memberikan suntikan motivasi bagi mahasiswa Jambi. "Kita menyambut baik dengan berbagai motivasi beliau (Wamendagri) untuk adik-adik mahasiswa ya. Mudah-mudahan ini menjadi langkah dalam penguatan karakter dan mental mahasiswa kita di sini," papar Prof. Helmi.

Menurutnya, interaksi langsung antara tokoh publik, pimpinan kampus, dan mahasiswa adalah bagian dari proses belajar di luar kelas. Ia berharap mahasiswa tidak hanya sekadar mengambil foto, tetapi juga menyerap ilmu kepemimpinan yang telah dibagikan dalam diskusi sebelumnya.

Kunjungan ini juga menjadi momentum bagi UNJA untuk menunjukkan eksistensinya sebagai kampus yang dinamis. Selain aspek motivasi, momen ini juga memperkuat kedekatan emosional antara sivitas akademika, yang menurut Prof. Helmi, merupakan modal penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang positif di masa depan.

Bagi para mahasiswa, hari itu bukan hanya tentang mendapatkan foto untuk diunggah di media sosial, melainkan tentang belajar bahwa seorang pemimpin yang besar adalah mereka yang mau berdiri dekat dan mendengar langsung suara dari barisan bawah.(afm)





Artikel Rekomendasi