Kasus Campak di Jambi Terus Melonjak, RSUD Raden Mattaher Kini Rawat 9 Pasien



Senin, 06 April 2026 - 15:09:58 WIB



Foto : Istimewa.
Foto : Istimewa.

JAMBERITA.COM - Tren kasus campak atau morbili di Provinsi Jambi menunjukkan peningkatan signifikan sejak awal tahun 2026. Hingga awal April ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi melaporkan sedang menangani sembilan pasien yang didominasi oleh anak-anak.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Raden Mattaher, dr. Anton, mengungkapkan bahwa data kunjungan pasien campak terus merangkak naik setiap bulannya. Berdasarkan catatan rumah sakit, pada Januari terdapat 3 kasus, Februari 4 kasus, Maret meningkat menjadi 7 kasus, dan per hari ini di bulan April, jumlah pasien yang ditangani telah mencapai 9 orang.

Peningkatan ini sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Jambi Nomor 400.7/596/DISKES-3.1/2026 yang sebelumnya telah menetapkan status kewaspadaan dini terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di wilayah tersebut.  

Masyarakat diimbau untuk mengenali karakteristik penyakit ini agar dapat melakukan deteksi dini. Berikut adalah rincian mengenai penyakit campak.

Penyebab : Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dari keluarga paramyxovirus.

Gejala : Gejala yang sering muncul meliputi demam tinggi, batuk, hidung berair, serta mata kemerahan dan berair. Selain itu, muncul bercak putih di rongga mulut dan ruam merah khas yang terkadang disertai rasa gatal.

Penularan : Virus ini sangat mudah menular melalui droplet atau percikan ludah saat penderita batuk, bersin, atau bicara, serta melalui cairan hidung.

Guna menekan angka penyebaran yang terus meningkat, dr. Anton dan pihak otoritas kesehatan menekankan pentingnya langkah-langkah pencegahan berikut:

Imunisasi : Melakukan imunisasi Campak dan Rubella (MR) yang dimulai sejak anak berusia 9 bulan. Pemerintah juga tengah menggencarkan "imunisasi kejar" bagi anak usia 0-59 bulan yang belum lengkap status imunisasinya.  

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Menerapkan dan membudayakan PHBS, termasuk rajin mencuci tangan.

Hindari Kontak: Menghindari kontak langsung dengan orang-orang yang rentan, terutama anak kecil dan wanita hamil.

Isolasi Mandiri: Bagi pasien yang terinfeksi, diwajibkan melakukan isolasi minimal selama 7 hari sejak timbulnya ruam untuk mencegah penularan lebih luas.  

Pihak RSUD Raden Mattaher terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan penanganan pasien dilakukan secara optimal, termasuk pemberian vitamin A dan asupan gizi tinggi protein guna mempercepat masa pemulihan.(afm)





Artikel Rekomendasi