Tunggakan Fantastis RSUD Raden Mattaher, Golkar Minta Pemprov Jambi Benahi Tata Kelola BLUD



Senin, 06 April 2026 - 18:41:39 WIB



Foto : Paripurpa.
Foto : Paripurpa.

JAMBERITA.COM - Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Jambi menyampaikan kritik tajam terhadap kondisi keuangan RSUD Raden Mattaher dalam Rapat Paripurna pemandangan umum fraksi terhadap LKPJ Gubernur Jambi Tahun Anggaran 2025, Senin (6/4/2026).

Golkar menyoroti adanya tekanan fiskal serius yang melanda rumah sakit pelat merah tersebut, yang dibuktikan dengan akumulasi tunggakan pembayaran yang cukup fantastis.

Dalam pemandangan umum yang dibacakan, Ketua Fraksi Golkar M Jafhar mengungkapkan bahwa RSUD Raden Mattaher masih memiliki kewajiban pembayaran pengadaan obat yang diperkirakan mencapai Rp82 miliar. Selain itu, terdapat tunggakan pembayaran jasa pelayanan medis (jaspel) yang belum dibayarkan selama beberapa bulan terakhir.

"Kondisi ini mengindikasikan belum seimbangnya antara pendapatan dan belanja, serta belum optimalnya tata kelola keuangan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah)," tulis pernyataan resmi Fraksi Golkar.

Fraksi Golkar memperingatkan Pemerintah Provinsi Jambi bahwa jika masalah ini tidak segera ditangani secara sistematis, maka akan berdampak langsung pada kualitas dan keberlanjutan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Jambi.

Oleh karena itu, Golkar mendesak Gubernur Jambi untuk memberikan penjelasan tegas mengenai, total kewajiban riil yang saat ini ditanggung rumah sakit. Akar permasalahan utama yang menyebabkan akumulasi utang tersebut dan langkah penyelesaian yang terukur, berbasis waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain masalah kesehatan, dalam poin Penegasan Sikap, Fraksi Partai Golkar menekankan bahwa tantangan utama pembangunan Jambi saat ini bukan lagi sekadar mengejar capaian angka-angka statistik di atas kertas."Tantangan utama bukan pada capaian angka, melainkan pada kualitas, pemerataan, dan dampak nyata pembangunan bagi masyarakat," tegasnya.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah daerah diminta untuk melakukan penguatan manajemen keuangan, meningkatkan akurasi perencanaan, serta melakukan efisiensi belanja guna menutup celah defisit dan mencegah krisis serupa terulang di masa depan.(afm)





Artikel Rekomendasi