Membangun Jembatan Pendidikan: Mahasiswa Filipina Jalani Program SEA-Teacher di Universitas Jambi



Kamis, 09 April 2026 - 19:55:23 WIB



JAMBERITA.COM - Semangat kolaborasi lintas negara kembali bergaung di Universitas Jambi (UNJA). Kamis (09/04/2026), Auditorium Lantai 3 Gedung Unifac menjadi saksi penyambutan hangat mahasiswa pertukaran dari tiga perguruan tinggi terkemuka di Filipina. Kehadiran mereka merupakan bagian dari program SEA-Teacher Project, sebuah inisiatif strategis UNJA dalam memperkuat jejaring pendidikan di kawasan Asia Tenggara.

Para mahasiswa ini berasal dari Don Mariano Marcos Memorial State University (DMMMSU), Central Luzon State University (CLSU), dan Saint Louis College of San Fernando, La Union. Mereka membawa semangat dari berbagai latar belakang studi, mulai dari Science Education, English Education, Elementary Education, hingga Physical Education.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Humungan Masyarakat, dan Sistem Informasi UNJA, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa program ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan para calon guru.

“Perjalanan Anda di sini bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga tentang berbagi pengalaman, membangun persahabatan, dan menciptakan hubungan internasional yang bermakna,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala LPPM UNJA, Prof. Amirul Mukminin, S.Pd., M.Sc. Ed., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi terhadap pertukaran budaya yang terjadi sejak hari pertama, termasuk penampilan adat istiadat nasional Filipina yang memukau para hadirin.

SEA-Teacher Project atau Pre-Service Student Teacher Exchange in Southeast Asia adalah wadah bagi mahasiswa keguruan untuk mengasah kompetensi mengajar secara global. Di UNJA, program ini dikelola secara komprehensif oleh Pusat Layanan GEAR di bawah koordinasi Dr. Sri Wachyunni, S.S., M.Hum., M.A.

Mengapa Program Ini Penting bagi UNJA dan Mahasiswa?. Pertama alasannya adalah tentang kompetensi lintas budaya untuk melatih calon guru untuk beradaptasi dengan sistem pendidikan dan karakter siswa di luar negeri.

Kemudian, penguatan akreditasi dalam mendukung visi UNJA sebagai A World Class University melalui kemitraan internasional yang aktif dan jejaring profesional untuk membuka peluang kolaborasi riset dan pendidikan antara UNJA dengan universitas di Filipina.

Acara penyambutan ini juga dihadiri oleh pimpinan penting lainnya, termasuk Kepala BAKKS, Dr. Guspianto, S.KM., M.KM., Sekretaris LPPM, Drs. Marzul Hidayat, M.A., Ph.D., serta Ketua Tim Kerja Kerjasama dan Layanan Internasional, Herry Jon, S.E.

Dengan dimulainya program ini, UNJA kembali membuktikan posisinya sebagai destinasi pendidikan yang inklusif dan progresif di Asia Tenggara. Bagi para mahasiswa Filipina, Jambi bukan sekadar tempat belajar, melainkan rumah kedua untuk menempa inovasi di bidang kepengajaran yang akan memberikan dampak luas bagi dunia pendidikan nantinya.(afm)





Artikel Rekomendasi