JAMBERITA.COM – Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM, mengajak masyarakat untuk memahami kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang dipengaruhi oleh dinamika harga minyak mentah dunia.
Menurut Sutan Adil Hendra, pergerakan harga energi global merupakan faktor yang berada di luar kendali pemerintah maupun pelaku usaha di dalam negeri. Ketegangan geopolitik, gangguan rantai pasok, hingga perubahan produksi negara-negara penghasil minyak menjadi penyebab utama fluktuasi harga minyak dunia.
"Harga BBM di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perkembangan harga minyak dunia. Ketika harga minyak global mengalami lonjakan, tentu akan memberikan tekanan terhadap biaya pengadaan energi nasional. Karena itu, masyarakat perlu melihat persoalan ini secara utuh, bukan semata-mata dari sisi kenaikan harga di dalam negeri," ujar bapak beasiswa Jambi (30/6) tersebut.
Ia menilai pemerintah dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah, yakni menjaga keberlanjutan fiskal negara sekaligus memastikan pasokan energi tetap aman bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap kebijakan terkait energi perlu dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Sebagai Ketua DPD HKTI Provinsi Jambi, Sutan Adil Hendra berharap pemerintah tetap memberikan perhatian kepada sektor pertanian melalui kebijakan yang mampu menjaga daya beli petani. Menurutnya, kenaikan biaya energi berpotensi meningkatkan ongkos produksi pertanian, mulai dari transportasi, distribusi pupuk, hingga operasional alat dan mesin pertanian.
"Kami berharap pemerintah terus memperkuat berbagai program perlindungan bagi petani, termasuk memastikan subsidi yang tepat sasaran dan menjaga kelancaran distribusi sarana produksi pertanian. Dengan demikian, dampak gejolak harga energi terhadap sektor pangan dapat diminimalkan," katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar mengenai kebijakan energi. Menurutnya, situasi global memang masih dinamis sehingga diperlukan sikap bijak dan saling mendukung dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
"Yang paling penting saat ini adalah menjaga optimisme. Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat untuk menghadapi gejolak global. Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, saya yakin tantangan ini dapat dilalui dengan baik," tutupnya.(*)
Semarak PKD 2026 Merangin : Menjemput Tuah, Merawat Marwah Adat di Taman Mini Melayu Jambi
Optimalkan Capaian IRH 2026, Kanwil Kemenkum Jambi Koordinasi Validasi Sanggah
Kemenkum - Kumham Imipas Perluas Akses Keadilan dan Perkuat Layanan Bantuan Hukum
SAH ungkap Hadiah Presiden Prabowo untuk Jambi Berupa Jalur Kereta Api
Ratu Munawaroh : Kembalikan Hak Atas Tanah Suku Anak Dalam, Hentikan Keserakahan Oligarki!
SAH Tegaskan Komitmen Dukung Percepatan Hilirisasi Pertanian Nasional
Semarak PKD 2026 Merangin : Menjemput Tuah, Merawat Marwah Adat di Taman Mini Melayu Jambi

