JAMBERITA.COM — Kabar baik berembus dari sektor pertanian Provinsi Jambi. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi melaporkan adanya kenaikan pada Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) sepanjang bulan Juni 2026. Hal ini mengindikasikan tingkat kesejahteraan dan daya beli petani di wilayah tersebut kian membaik.
Berdasarkan data terbaru, NTP Provinsi Jambi pada Juni 2026 berada di angka 188,77 poin, naik sebesar 1,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sejalan dengan itu, NTUP juga mengalami kenaikan sebesar 0,36 persen menjadi 192,68 poin.
Sebagai informasi, NTP merupakan instrumen penting untuk mengukur daya beli petani di perdesaan. Indikator ini membandingkan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) dengan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) untuk melihat kemampuan tukar produk pertanian dengan barang konsumsi maupun biaya produksi.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Aidil Adha, mengatakan bahwa NTP mengalami kenaikan 1,10 persen dari 186,71 poin menjadi 188,77 poin. Sementara untuk NTUP juga mengalami kenaikan 0,36 persen dari 191, 98 poin menjadi 192,68 poin.
"Naiknya NTP ini dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami kenaikan sebesar 2,10 persen dengan 241,68 poin, dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,98 persen dengan 128,03 poin," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Aidil menyebut, terdapat tiga komuditas penyumbang kenaikan NTP pada Indeks Harga yang Diterima Petani (It). Komuditas tersebut ialah karet, cabai merah dan kentang.
"Karena harga karet yang membaik, dan untuk kentang di beberapa kabupaten mengalami kenaikan namun di Kerinci malah mengalami penurunan. Jadi secara harga mengalami kenaikan di beberapa kabupaten kota tetapi di Kerinci dia mengalami penurunan," terangnya.
Meski pendapatan petani meningkat, tantangan tetap ada di sisi biaya produksi. Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Biaya Barang Modal (BPPBM) tercatat berada di angka 125,44 poin atau naik sebesar 1,72 persen.
Kenaikan biaya produksi ini dipicu oleh beberapa faktor utama, diantaranya, kenaikan harga bensin yang berdampak langsung pada biaya operasional. "Lalu upah menuai atau memanen yang mengalami penyesuaian tarif. Serta kenaikan harga cuka getah untuk pengolahan karet," tutur Aidil.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, performa sektor pertanian Jambi menunjukkan lompatan yang sangat impresif.
"Di Provinsi Jambi, NTP bulan Juni 2026 mengalami peningkatan sebesar 13,08 persen dibandingkan dengan NTP Juni 2025 lalu. Prestasi ini menempatkan Jambi di urutan ketiga se-Sumatera untuk capaian NTP dan NTUP bulan Juni tahun ini," tambahnya.
Di sisi lain, indeks kebutuhan hidup harian petani juga sedikit meningkat. Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Provinsi Jambi naik sebesar 0,80 persen. Kenaikan ini merata di hampir seluruh kelompok pengeluaran konsumsi, kecuali kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang justru mengalami penurunan tipis sebesar 0,07 persen. (tts)
SAH Pasang Badan Bela Program Presiden, Tak Biarkan Kebijakan Pro Rakyat Dilemahkan oleh Kepentingan
IW Apresiasi Sikap Tegas Gubernur Soal Temuan BPK, Ingatkan Penyitaan Aset Harus Sesuai Prosedur
Abun Yani Dukung Inspektorat Pilah Temuan BPK Rp 1,5 T dan Restui Pembentukan UPTD Aset Khusus
Harga Bright Gas 5 Kg Turun Jadi Rp103 Ribu/Tabung, 12 Kg Jadi Rp220 Ribu
Mulai Sekolah, Mulai dengan Honda! Nikmati Promo Skutik Favorit Anak Muda
Jambi CBR Club Sapu Bersih Podium Honda Community Safety Riding Competition Regional Jambi 2026
OJK Serahkan Tersangka dan Barang Bukti Kasus PT Asuransi Jiwa Prolife ke Kejaksaan Negeri Jakarta
