JAMBERITA.COM - Pengusulan nama Kol Abundjani sebagai Pahlawan Nasional terus mendapat banyak dukungan dari masyarakat Provinsi Jambi. Bahkan saat ini, biografi Abundjani juga sudah final dikumpulkan oleh Dinas Sosial Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinsosdukcapil) Provinsi Jambi.
Kepala Dinsosdukcapil Provinsi Jambi Arief Munandar, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Rosnifa mengatakan, penyerahan berkas persyaratan untuk pengusulan calon pahlawan nasional paling lambat Maret 2023 mendatang.
"Maret, berkas semua sudah harus dikirim ke Kemensos untuk dinilai oleh Tim Pengkaji dan Penilai Gelar Pusat, nanti dinilai ke keabsahan nya kalau sudah memenuhi persyaratan maka diajukan ke tim Presiden," katanya kepada jemberita.com, Jum'at (3/2/2023).
Setelah penyerahan berkas, nanti tim tersebut tersebut akan turun langsung ke lapangan melakukan verifikasi data sehingga bisa dipastikan untuk diserahkan ke Presiden yang akan memutuskan apakah nanti nama calon pahlawan nasional dari Jambi dapat disetujui.
"Jadi ada tahapan lagi yang diikuti, kalau FGD, seminar tingkat nasional bersama pakar sejarahwan daerah dan nasional sudah dilaksanakan pada 28 November 2022 lalu. Biografi sudah disusun tinggal menambah data dukungan wawancara untuk nanti akan dijadikan dokumenter," jelasnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi melalui Dinsosdukcapil berharap semua masyarakat mendukung pencalonan nama Abundjani menjadi pahlawan nasional, karena berdasarkan hasil dilapangan baik data fakta berikut bukti buktinya sudah didapatkan.
"Sampai dengan kita bertemu kadis sejarah TNI AD Bandung disitu lengkap data tentang Abundjani, bahkan mereka mengirim data sebagai dukungan untuk pencalonan nama pahlawan nasional dari Jambi," tuturnya.
Dukungan juga datang dari Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan masyarakat dari Desa Sekancing Kabupaten Merangin. Sebab di daerah sana, dalam perjalanannya Kol Abundjani pernah mengasingkan diri guna menghindari dari kejaran para penjajah.
"Terutama di Merangin, Desa Sekancing sangat mendukung bahkan pengen ketemu dengan anak anak dari Abundjani, mereka terkenang. Mereka disana juga minta kalau bisa di Desa Guguk sekancing ada tugu monumen Kol Abundjani itu harapan mereka disana," tutur nya.
Tidak hanya tugu monumen, di daerah juga terdapat pohon yang ditanam oleh Kol Abunjani yang saat ini masih ada. Dibalik pohon tersebut, Kol Abundjani mengasingkan diri bersama istri agar menghindari kejaran dari Belanda, kurang lebih selama 6 bulan.
"Selama kurang lebih 6 bulan sampai melahirkan anak, nama anaknya Dr Agung Marehwati lahir di Tanjung Dalam, nama Mareh diambil dari nama sungai dekat situ, namanya sungai Mareh, di daerah sekancing," tuturnya. Dukungan juga diberikan oleh Bupati Merangin, Ketua DPRD Merangin, LAM Merangin, Gubernur Jambi dan DPR RI. Dan dari 11 kab/kota se Provinsi Jambi.(*/afm)
Momentum 1 Muharram 1448 H, SAH Ajak Umat Islam Jadikan Hijrah sebagai Semangat Perubahan dan Pengab
Kejar Target RKT RB Triwulan II, Kemenkum Jambi Matangkan Data Dukung Lewat Entry Meeting
OJK Buka Suara Hasil Audit Forensik Bank Jambi Sudah Keluar, Krimsus Dikabarkan Turun Tangan?
Jalin Sinergi Kelembagaan, Komisioner Komisi Informasi Silaturahmi dengan Kabinda Jambi
Berjumpa di Tanah Suci, SAH didoakan Keberkahan oleh Cicit Rasulullah
Seolah Tidak Selesai-Selesai, DPRD Provinsi Jambi Dukung Langka Dirlantas Tertibkan Angkutan Batubar
Kejar Target RKT RB Triwulan II, Kemenkum Jambi Matangkan Data Dukung Lewat Entry Meeting


