FKIK UNJA Buka 5 Prodi Baru, Perkuat Layanan Kesehatan di Sumatera



Rabu, 28 Januari 2026 - 11:23:06 WIB



Foto: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi
Foto: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

JAMBERITA.COM- Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Jambi (UNJA) resmi memperluas jangkauan pendidikannya dengan membuka lima program studi (Prodi) baru. 

Langkah strategis ini diambil guna mengatasi kelangkaan dokter spesialis dan tenaga kesehatan, khususnya di wilayah Provinsi Jambi dan Sumatera.

Kelima prodi baru tersebut terdiri dari tiga Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan dua program sarjana, yakni:

PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif, PPDS Ilmu Bedah, PPDS Ilmu Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, S1 Gizi dan S1 Kesehatan Lingkungan.

Dekan FKIK UNJA, Dr. dr. Humaryanto, Sp.OT, M.Kes., menyatakan bahwa pembukaan prodi ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program prioritas pemerintah, Asta Cita. Fokus utamanya adalah penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pemerataan akses layanan kesehatan nasional.

"Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi terlibat langsung dalam penanganan karakteristik kesehatan khas Jambi, seperti penyakit tropis, isu gizi, dan kesehatan lingkungan," ujar Dr. Humaryanto dalam keterangan resminya melalui Katim Humas Tri Imam Munandar, Rabu (28/1/2026).

FKIK UNJA menerapkan model Interprofessional Education (IPE) yang mengedepankan kolaborasi lintas profesi kesehatan. Selain itu, kurikulum berbasis kompetensi dan kasus nyata di lapangan menjadi pilar utama dalam mencetak lulusan yang adaptif.

Beberapa poin keunggulan yang ditawarkan antara lain, kolaborasi erat atau bermitra dengan rumah sakit jejaring dan pemerintah daerah. Memprioritaskan pelayanan bagi masyarakat di wilayah yang kurang terlayani (underserved) serta memberikan standar pendidikan profesional bagi putra-putri daerah tanpa harus keluar wilayah Sumatera.

Dengan penambahan prodi ini, FKIK UNJA menargetkan diri menjadi pusat unggulan pendidikan kesehatan di Sumatera. Dr. Humaryanto berharap kehadiran para spesialis dan tenaga kesehatan baru ini dapat memangkas jarak antara layanan kesehatan dan masyarakat. "Tujuan akhirnya adalah masyarakat yang lebih sehat dan SDM kesehatan yang semakin kuat untuk Indonesia," pungkasnya.(afm)





Artikel Rekomendasi