Pertumbuhan Ekonomi Dalam Konsep: Tujuan dan Indikator Dalam Pembangunan Berkelanjutan



Senin, 27 Desember 2021 - 22:10:30 WIB



Meisha Nabilla Putri
Meisha Nabilla Putri

Oleh: Meisha Nabilla Putri*

 

 


Pembangunan ekonomi berbasis sumber daya alam yang tidak memperhatikan aspek kelestarian lingkungan pada akhirnya akan berdampak negatif pada lingkungan itu sendiri. Karena, pada dasarnya sumber daya alam dan lingkungan memiliki kapasitas daya dukung yang terbatas. Dengan kata lain, pembangunan ekonomi yang tidak memerlukan kapasitas sumber daya alam dan lingkungan menyebabkan permasalahan pembangunan di kemudian hari.

Pembangunan berkelanjutan adalah upaya manusia untuk memperbaiki mutu kehidupan dengan tetap berusaha tidak melampaui ekosistem pendukung kehidupannya. Dewasa ini masalah pembangunan berkelanjutan telah dijadikan sebagai isu penting yang perlu terus disosialisasikan di tengah masyarakat.
Pembangunan berkelanjutan (Emil Salim, 1990) bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi manusia.

Pembangunan yang berkelanjutan pada hakikatnya ditujukan untuk mencari pemerataan pembangunan antargenerasi di masa kini maupun masa mendatang. Menurut KLH (1990) pembangunan, yang pada dasarnya lebih berorientasi ekonomi, dapat diukur keberlanjutannya berdasarkan tiga kriteria. Yaitu: (1) Tidak ada pemborosan penggunaan sumber daya alam atau depletion of natural resources; (2) Tidak ada polusi dan dampak lingkungan lainnya; (3) Kegiatannya harus dapat meningkatkan useable resources ataupun replaceable resource.
Sutamihardja (2004), menyatakan sasaran pembangunan berkelanjutan mencakup pada upaya untuk mewujudkan terjadinya, pertama, pemerataan manfaat hasil-hasil pembangunan antar generasi (intergeneration equity) yang berarti bahwa pemanfaatan sumber daya alam untuk kepentingan pertumbuhan perlu memperhatikan batas-batas yang wajar dalam kendali ekosistem atau sistem lingkungan serta diarahkan pada sumber daya alam replaceable dan menekankan serendah mungkin eksploitasi sumber daya alam irreplaceable. Kedua, safeguarding atau pengamanan terhadap kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup yang ada dan pencegahan terjadi gangguan ekosistem dalam rangka menjamin kualitas kehidupan tetap baik bagi generasi mendatang. Ketiga, pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya alam semata untuk kepentingan mengejar pertumbuhan ekonomi demi kepentingan pemerataan pemanfaatan sumberdaya alam yang berkelanjutan antargenerasi. Keempat, mempertahankan kesejahteraan rakyat (masyarakat) yang berkelanjutan baik masa kini maupun masa yang mendatang (inter temporal). Kelima, mempertahankan manfaat pembangunan ataupun pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan yang mempunyai dampak manfaat jangka panjang ataupun lestari antargenerasi. Keenam, menjaga mutu ataupun kualitas kehidupan manusia antargenerasi sesuai dengan habitatnya.

Konsep Ekonomi Lingkungan dapat disimpulkan bahwa dalam memanfaatkan sumber daya alam harus diarahkan pada upaya peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat, pencapaian pertumbuhan ekonomi dan mengembalikan fungsi lingkungan. Sehingga hubungan keterkaitan antara upaya pencapaian dan peningkatan target pertumbuhan ekonomi, pengentasan masyarakat dari kemiskinan melalui peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi dan upaya untuk melestarikan Lingkungan merupakan tujuan yang saling mendukung untuk jangka panjang.

Tujuan pembangunan berkelanjutan
Dilansir dari situs resmi Otoritas Jasa Keuangan, tujuan pembangunan berkelanjuta atau sustainable development goals (SDGs) menjadi agenda internasional.
SDGs disusun oleh PBB dengan melibatkan 194 negara, civil society, dan berbagai pelaku ekonomi seluruh dunia.
Terdapat 17 tujuan pembangunan berkelanjutan, yaitu:
1. Tanpa kemisnikan, mengentaskan segala bentuk kemiskinan di seluruh tempat.
2. Tanpa kelaparan, mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan perbaikan nutrisi, serta menggalakkan pertanian yang berkelanjutan.
3. Kehidupan sehat dan sejahtera, menggalakkan hidup sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua usia.
4. Pendidikan berkualitas, memastikan pendidikan berkualitas yang layak dan inklusif serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang.
5. Kesetaraan gender, mencapai kesetraan gender dan memberdayakan perempuan.
6. Air bersih dan sanitasi layak, menjamin akses air dan sanitasi untuk semua.
7. Energi bersih dan terjangkau, memastikan akses energi yang terjangkau, bisa diandalkan, berkelanjutan, dan modern.
8. Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif, serta lapangan pekerjaan yang layak untuk semua.
9. Industri, inovasi dan infrastruktur, membangun infrastruktur kuat, mempromosikan industrialisasi berkelanjutan, dan mendorong inovasi.
10. Berkurangnya kesenjangan, mengurangi kesenjangan di dalam dan di antara negara-negara.
11. Kota dan komunikasi berkelanjutan, membuat perkotaan menjadiinklusif, aman, kuat, dan berkelanjutan.
12. Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, memastikan pola konsumsi dan produksi berkelanjutan.
13. Penanganan perubahan iklim, menmgambil langkah penting untuk melawan perubahan iklim dan dampaknya.
14. Ekosistem laut, perlindungan dan penggunaan samudra, laut, dan sumber daya kelautan secara berkelanjutan.
15. Ekosistem darat, mengelola hutan secara berkelanjutan, melawan perubahan lahan menjadi gurun, mengehentikan kepunahan keragaman hayati
16. Perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh, mendorong masyarakat adil, damai, dna inklusif.
17. Kemitraan untuk mencapai tujuan, menghidupkan kembali kemitraan global demi pembangunan berkelanjutan.


Indikator pembangunan berkelanjutan
Untuk mencapai pembangunan berkelanjutan, dapat dilihat dari indikator sebagai berikut:
? Berkelanjutan ekologis
Menjamin berkelanjutan eksistensi bumi. Hal-hal yang diupayakan adalah:
1. Memelihara integrasi tatanan lingkungan dan keanekaragaman hayati.
2. Memelihara integrasi tatanan lingkungan agar sistem penunjang kehidupan bumi tetap terjamin.
3. Memelihara keanekaragaman hayati

? Berkelanjutan ekonomi
Pembangunan memiliki dua hal utama, yaitu:
1. Ekonomi makro
Menjamin ekonomi secara berkelanjutan dan mendorong efesiensi ekonomi melalui reformasi struktural dan nasional.
2. Ekonomi sektoral
Mencapainya sumber daya alam di mana nilai ekonominya dapat dihitung sebagai kapital dalam rangka akunting ekonomi.

? Berkelanjutan sosial budaya
Berkelanjutan sosial budaya memliputi:
1. Stabilitas penduduk
Pemenuhan kebutuhan dasar manusia.
2. Mempertahankan keanekaragaman budaya
Mendorong partisipasi masyarakat lokal dalam pengambilan keputusan.

? Berkelanjutan politik
Tujuan dari pembangunan berkelanjutan politik adalah:

1. Respek pada human rights, kebebassan individu dan sosial untuk berpartisipassi di bidang ekonomi, sosial, dan politik.
2. Demokrasi, yakni memastikan proses demokrasi secara transparan dan bertanggung jawab.

? Berkelanjutan pertahanan dan keamanan
1. Keberlanjutan kemampuan dalam menghadapi dan mengatasi tantangan, ancaman, dan gangguan baik dari dalam maupun luar.
2. Baik secara langsung maupun tidak langsung yang dapat membahayakan bangsa dan negara.(*)



Penulis adalah: Mahasiswa UIN STS Jambi, Fakultas Ekonomi dan bisnis Islam Prodi: Ekonomi syariah*



Artikel Rekomendasi